Sujud Tilawah
1 Mei 2009 16:23
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Jika Bani Adam membaca ayat sajdah maka setan menyingkir dan menangis lalu berkata : ‘Wahai celaka aku, Bani Adam diperintahkan untuk sujud, maka dia sujud, dan baginya Surga, sedangkan aku diperintahkan untuk sujud, tetapi aku mengabaikannya, maka neraka bagiku.’ “ (Dikeluarkan oleh Muslim, lihat Fiqhul Islam halaman 23 karya Syaikh Abdul Qadir Syaibatul Hamdi)
JATIBENING – Jum’at subuh tadi, ada peristiwa kecil di musholla dekat rumah. Sang imam, pak haji biasanya kami memanggil beliau, untuk Jum’at kedua secara berurutan mengumumkan kepada jamaah bahwa nanti ia akan melaksanakan sujud tilawah, karena akan membaca ayat sajadah dalam bacaan sholatnya. Karena ‘pengumuman’ itu diberikan saat hendak dimulainya sholat, kami para jamaahpun tidak ada yang menanggapinya. Dan sholat subuh pun dimulai.
Pagi itu di rakaat pertamanya beliau membaca surah As Sajdah (QS32). Setibanya pada ayat ke 15 yang artinya ‘Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.‘ beliau pun langsung sujud, tanpa takbir. Tak lama ia bersujud, ia pun berdiri kembali -juga tanpa takbir- dan melanjutkan bacaannya. Yang parah, ada beberapa jamaah yang tidak ikut sujud -termasuk diri ini- dan ada sebagian yang ikut sujud.
Selesai sholat, aku merasa ada yang aneh. Seorang imam haruslah diikuti, kecuali ia melakukan kesalahan. Namun aku tadi tidak mengikuti gerakan imam sholatku. ‘Duh, ada yang gak beres nih.’ gumamku. Dan ada satu jamaah yang merasa tidak sreg dengan sujud tilawah ini, memberanikan diri menanyakan fadillah/keutamaan sujud tilawah itu langsung kepada beliau.
Beliau pun menjawab, keutamaannya besar sekali. Ia pun mengutip hadits yang aku tulis diatas. Aku pun ikut menimpali dengan bertanya apakah ada dalilnya Rasulullah melakukan sujud tilawah itu di dalam sholatnya? Karena memang setahuku sujud tilawah ini dilakukan saat kita membaca atau mendengarkan tilawah Al-Qur’an yang bertemu dengan ayat-ayat sajadah. Beliau menjawabku, ‘Ada. Nanti saya carikan.’
Siangnya, aku pun langsung mencari informasi mengenai sujud tilawah ini di internet. Banyak sekali artikel yang menulis soal sujud tilawah ini sehingga memudahkanku untuk mencernanya satu per satu. Salah satunya artikel di situs ini dan ini, membukakan mataku bahwa ternyata memang ada haditsnya Rasulullah melakukan sujud tilawah dalam sholatnya.
Untuk lebih meyakinkanku, aku coba cari di haditsweb, sebuah program gratis yang bisa diunduh dari situs ini. Di situ pun ada tulisan yang menguatkan artikel-artikel tersebut. Ya Rabbi, aku sadar akan kesalahanku tadi pagi. Dan bodohnya, tadi pagi aku sudah ikut ‘mempertanyakan’ mengenai keshahihan hadits tersebut. Inilah akibatnya bila kurang ilmu, hendak ikut berdebat, Astaghfirullahalazim.
Haditsnya berbunyi “Dari Abu Rafi’, ia berkata : Saya pernah shalat ‘Isya dengan Abu Hurairah, dan ia membaca surah Al-lnsyiqaq, lalu ia sujud padanya. (Setelah selesai shalat) saya bertanya, “Apa ini ?”. la menjawab, “Saya pernah sujud pada ayat itu dibelakang Abul Qasim SAW dan saya akan terus sujud padanya hingga saya bertemu beliau”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 34]. Hadits ini menunjukkanku bahwa Rasulullah pun pernah melakukan sujud tilawah ini dalam sholatnya. Jadi, dalil melakukan sujud tilawah di dalam sholat ini ada dan shahih.
Kembali ke permasalahan di mushollaku tadi pagi. Ada indikasi para jamaah tidak menginginkan adanya sujud tilawah ini didawamkan/dibiasakan pada setiap hari Jum’at, karena tidak ada dalilnya. Bahkan, sebaiknya sujud tilawah dalam sholat tidak dilaksanakan secara berjamaah karena berpotensi membingungkan jamaah dan menimbulkan polemik. Hal ini sebenarnya merupakan puncak dari gunung es yang meleleh di musholla kami, karena pak haji yang mengimami kami memang terus saja melakukan sujud tilawah ini walaupun telah ditelaah dalam pengajian yang diadakan pekanan untuk tidak dijadikan suatu kebiasaan di hari Jum’at.
Mengingat sujud tilawah ini adalah sunnah dan sholat subuh berjamaah adalah wajib, maka sesuai hukum tidak bisa sunnah mengalahkan yang wajib. Jalan tengah belum disepakati, namun pada akhir diskusi mendadak pagi tadi pak haji sudah mengutarakan untuk tidak melakukan sujud tilawah ini lagi karena berpotensi menimbulkan masalah dalam sholat berjamaah.
Nah, setelah siang ini aku mendapat ilmunya, jadi bingung deh. Ternyata apa yang dilakukan pak haji sebagai imam musholla kami, ada dalilnya dan shahih. Namun untuk menjelaskan kepada para jamaah pasti butuh waktu dan kesabaran, karena tidak semua bisa menerima dalil-dalil dengan mudah.
Ah, setidaknya aku sudah mendapat ilmu yang bermanfaat hari ini. Bila aku sudah bisa menghafal surah-surah dengan ayat sajadah di dalamnya, paling tidak bisa kupraktekkan di rumahku dulu sebagai bahan pembelajaran untuk diriku dan keluargaku.
Memang, tidak ada suatu peristiwa tanpa ada hikmah di dalamnya bila kita mau berfikir. Subhanallahu walhamdulillah.















2 Mei 2009 11:29 at 11:29
Thanks for ur article…I like reading this…You are nice person…
7 Mei 2009 21:36 at 21:36
Subhanallah infonya bermanfaat sekali pak,, selama ini yang saya tau juga hanya sebatas sujud disaat membaca/mendengarkan.. ternyata disaat sholat juga,,
jazakallah..
13 Mei 2009 15:06 at 15:06
alhamdulillah, mampir ke sini selalu ketemu yang baru, subhanalah. jazakallah akhi
14 Mei 2009 16:56 at 16:56
Salam lagi yi. sujud tilawah ini bagus-bagus aja.
Saya cuma ngak tau seberapa lama sujud nya apakah gitu masuk ayat pertama langsung sujud dan kemudian berdiri atau sampe akhir surah kita sujudnya ?aku yakin sujudnya lamaaaaaaa banget. Kalo sujud dalam ketika tidak posisi sholat sangat bagus. ok malah…
tapi kalo sujudnya didalam sholat ntar dulu. Repotnya kalo si imam tidak tau ada sujud ini tapi makmumnya mengerti. Besok-besok karena ini sujud yang dilakukan rasul menurut hadist diatas harusnya di umumkan dan ditambah rakaat dengan sujud tambahan.
O iya satu lagi kalo menurut hadist aliran ahlul bait
syiah make bunyi tongkat. setiap ketukan tongkat menandakan berdiri,ruku,sujud,dan duduk. selama tongkat tidak berbunyi dilarang berganti posisi.
Salam
Rahmad
24 Juni 2009 5:58 at 5:58
Alhamdlillah…dimasjid kami sering juga melakukan sujud tilawah, bahkan skrng sudah seperti dijadwalkan setiap hari Jum’at melakukan sujud tilawah…sayang sekali Pak Imam (dlm cerita diatas) tidak menjelaskan kenapa harus setiap subuh jum’at tetapi tiba-tiba berhenti dan tidak melakukan lakukan sujud tilawah…mohon shearing bila ada asbabunnuzul yang menjelaskan sujud tilawah setiap SHOLAT SUBUH DI HARI JUM’AT….syukron
6 Juli 2009 11:06 at 11:06
Kembali…semua yang hidup pasti kembali…hanya di tanah tempat kembali…sebaik-baiknya umat adalah yang banyak bersujud kepada-Nya.. SUBHANAALLAH…atas alas apa pun kita bersujud hanya Allah tempat kembali…
Jazakumullah pak…tulisanmu sangat berarti.