Belajar Mengaji Lagi

5 Agustus 2008 21:46

JATIMAKMUR – Sudah dua pekan ini aku mengikuti Tahsin di LTQ Yayasan Islamic Centre Iqro’ Pondok Gede, sebuah tempat yang dulu mempertemukanku dengan seorang Murabbi. Sejatinya sudah pengen ikutan sejak awal tahun 2008 ini namun kala itu telat mendaftar. Baru pada semester ini saat pendaftaran dibuka, alhamdulillah bisa masuk dalam daftar peserta.

Bacaan dimulai dari A Ba Ta Tsa lagi. Serius. Mengaji yang kali pertama belajar saat SD dulu di Bontang, kali ini hadir dengan pendekatan yang jauh berbeda. Peserta tahsin ini pun bukan mereka-mereka yang buta Al Qur’an, sama sekali bukan. Bahkan ada yang sudah hafal 2 juz, tetap harus belajar dari awal karena pengucapan dan letak pelafalan huruf Al Qur’annya yang salah.

Angkatan semester ini sekitar 40 orang yang dibagi dalam 3 kelas. Aku merasa beruntung karena diajar langsung oleh Ustadz Syaiful Anwar, seorang hafidz Al Qur’an yang masih cukup muda. Ustadz mengajarkan kami cara membaca dan melafalkan huruf dengan benar secara jelas dan mudah dipahami.

Buku Qiroati 1 yang menjadi modal kami mempelajari makhraj setiap huruf dijadwalkan selesai dalam 7 sampai 8 pertemuan sehingga dalam 1 semester diharapkan 4 buku qiroati bisa selesai. Namun ada juga peserta yang membutuhkan waktu 2 semester untuk 1 buku qiroati. Intinya, tergantung kemauan dan kemampuan individu untuk menamatkan buku-buku itu.

Umumnya peserta yang masih muda, seperti si As’ad, peserta termuda di kelas karena masih SMP, dengan mudah mengikuti pelafalan huruf seperti yang diajarkan Ustadz. Sebaliknya, ada seorang bapak yang subhanallah hampir 60 tahun usianya, agak kesulitan pada huruf-huruf tertentu. Aku sendiri saat hari pertama memulai mengaji, harus mengulang khususnya pada huruf tsa (Ø«). Kebayangkan, bukan masalah melek huruf hijaiyahnya disini, namun lebih pada pengucapannya.

Bila kami sudah menemukan kesulitan pengucapan suatu huruf, Ustadz Anwar biasanya meminta kami melihat praktek pengucapan pada cermin. Seperti pelafalan huruf Tho (Ø·), yang makhrajnya lidah menyentuh dinding gigi atas namun mulut tidak boleh bergerak. Malam itu, setelah melihat di cermin barulah menyadari kalau saat pengucapan ternyata bibir atas dan bawah bergerak, dan itu adalah salah :)

Oya, jadwal kelas karyawan atau bagi mereka yang bekerja pada pagi harinya, diadakan ba’da Maghrib hingga pukul 21.30 atau kadang lebih, dua kali sepekan. Aku mengambil hari Selasa dan Kamis malam. Untuk SPP atau biaya per bulannya, Iqro menyerahkan 3 pilihannya ke kita. Ada yang 30 ribu, 40 dan 50 ribu. Tinggal pilih, seikhlasnya. Setiap peserta juga diwajibkan mengikuti kuliah tafsir yang diadakan tiap bulannya untuk menambah bekal ilmu dan keimanan tentunya.

Namun percaya deh, pertemuan yang sepertinya lama itu benar-benar mengasyikkan. Semoga ini buka euphoria sesaat karena baru mulai belajar, tapi aku benar-benar menikmati setiap huruf yang baru diajarkan. Pun kawan-kawan yang notabene baru dikenal, langsung akrab. Mungkin karena kami memiliki visi dan misi yang sama dalam menuntut ilmu ini.

Dalam pengantar menutup pelajaran tadi malam, Ustadz Anwar berkata, ‘Al Qur’an dengan segala kemuliaannya hanya terlafadz baik dari tempat yang baik pula. Bila mulut itu sering dibuat bermaksiat kepada Allah, sangat besar kemungkinan mulut tersebut tidak dapat mengucapkan huruf-huruf Qur’an dengan benar.’

Dengan semangat untuk memperbaiki bacaan dan insyaAllah kelak hafalannya, kubulatkan tekad untuk mengikuti silabus dan kurikulumnya hingga tamat. Semoga Allah meridhoi, amin.

15 Responses to “Belajar Mengaji Lagi”

  1. bukrie Says:

    Wah, hebat Mas Oyi. Aku juga tertarik buat melakukan hal serupa nih…

    Alhamdulillah.. yuk, mari kita benahi bacaan kita.

  2. emmet24son Says:

    Wah, jadi malu. Aye dah bertahun-tahun nggak ngaji. Terakhir nyoba, ternyata udah nggak bisa. Untung bini bisa, meski pakek logat/lafal sunda :(

    kang, momennya pas nih.. bentar lagi ramadhan. saat yang tepat untuk memulai lagi belajar mengaji. yuk ah..

  3. mk Says:

    Iya, sebentar lagi ramadhan belajar ngaji lagi ah… Kalo ane lahir di arab sono gak susah ya? :)


    masih perlu.. pan belajar disuruh sampai akhir hayat.. :)

  4. paknenisna Says:

    Vwhehehe.. biyarpun lahir di Arab sono, kalok besarnya di mari jugak belon temtu gak susah.. :-)
    Kalok ‘nyong kok mingsih memendam hasrat belajar nulis khot.. buat referensi kalok iseng2 di coreldraw.. Jaman ndugal dulu pernah punyak bukunya 3 biji (diiwani, riq’ah, tsulutsi), semua dah nggak nyimpen..

    benar..
    guru ngaji ane aja bilang kalau banyak orang arab yg belajar bahasa arab sama … mahasiswa indonesia.. :)

    btw, minta file coreldraw dunk kang kalau udah jadi..

  5. Mieske Says:

    syukron ukhti..buat tulisannya Pak Haji…
    Bagus deh Om Oyi sekarang belajar ngaji, yang rajin ya pak Haji.

    Ane lagi belajar bahasa Arab ni…

    Ok Salam Untuk Ibu Utami, Ingga dan Najah


    syukron ukhti..
    kalau anti ngucap ke ana, seharusnya syukron akhi.. ;)

    mantap nih, kawanku si mieske belajar bahasa arab! yg muslim gak boleh ketinggalan dong ya.. hehehe..

    insyaAllah salamnya sudah ana sampaikan..

    salut!

  6. Mieske Says:

    Hehehe…salah deh lupa kalo ada m & F , ok Syukron akhi untuk perbaikannya ya.

    Ma as-salaama!

    waiyyakum mieske.. ;)

  7. danu Says:

    subhanalah, ane msh ketinggalan sama bocah di rmh neh :d, kudu dipaksain belajar kali ya kang :)

    sama kang danu.. di rumah, ane paling rendah neh qiroatinya.. yg sulung sudah tamat, yg kecil dan uminya qiroati 3, ane karena belakangan baru qiroati 1, hehehe..
    diniatkan saja kang, supaya terbawa nikmat belajarnya. syukron.

  8. y2ags Says:

    pengen belajar tahsin :(

    salam kenal mas..


    ayo mari belajar, mumpung bulan ramadhan, syahrul qur’an akh.
    terima kasih kunjungannya, salam kenal juga.

  9. tempatan Says:

    silahkan buka http://www.muslimchannels.tv/index.php?id=32&vid=450 dan http://www.muslimchannels.tv/index.php?id=32&vid=146

    syukron akhi, sudah berkunjung ke link yg antum tulis. subhanallah.

  10. yayak Says:

    Assalamualaikum wr.wb.

    salam kenal Pak, saya juga besar dibontang, udah pergi dari bontang 13th, tapi 1 atau 2 tahun pulang ke bontang, soale orang tua masih ada disana… Pak Oyi pernah punya guru namanya Pak Pantar gak? itu bapak saya…
    Pak saya tertarik sama usalannya, untuk belajar ngaji kembali, tapi untuk memulainya kok berat ya…?

    wassalam..

    wa’alaikumussalam yayak..
    masyaAllah, subhanallah.. tentu saja saya masih ingat sama pak Pantar, beliau guru matematika waktu saya masih SMP.. mmh, itu sekitar 26 tahun yang lalu! bagaimana kabar pak Pantar? masih di Bontang? semoga Allah merahmati beliau dan keluarganya, amin. tolong sampaikan salam takzim saya untuk beliau. mungkin pak Pantar sudah lupa, karena dulu saya siswanya yang bandel sih, hehehe..

    soal mengaji, semua tergantung niat kan sabda Rasulullah. niat ini yang harus kita miliki dan pelihara agar kita dapat istiqomah dalam segala hal, termasuk mempelajari kalimah-kalimah Allah SWT dalam Al Quran. Allah memuliakan mereka-mereka yang mau belajar, memahami, menjaga dan mengamalkan Al Quran. insyaAllah.

    terima kasih kunjungannya ya.

  11. Dadi Says:

    Aslm Mas Oyi

    Saya berminat untuk ikut kegiatan tersebut, klo hari Sabtu Minggu ada gak yah?

    Terima kasih sebelumnya.

    Wassalm..

    Wa’alaikumussalam Dadi,
    Sayang sekali pendaftaran untuk semester ini sudah ditutup karena pelajaran semester genap baru dimulai. Kalau hendak mengikuti LTQ di Iqro’, harus menunggu semester depan. Jadwal untuk Sabtu-Ahad insyaAllah ada. Untuk ikhwan/lelaki jadwalnya ba’da Maghrib sampai selesai.

    Namun pelajaran mengaji sesuai tajwid kan tidak hanya di LTQ Iqro’ dengan metode Qiroatinya, ada juga metode Iqro yang mirip dan sudah banyak yang diterapkan di LTQ-LTQ lain. Tinggal kita yang memilih, insyaAllah dapat membaca Qur’an sesuai hukum-hukumnya.

    Selamat belajar, semoga Allah memudahkan segala urusan, amin.

  12. catatanhariku Says:

    Aslammu’alaikum wr wb,
    Wah setelah bc postingn ini jadi pengen ikutan jg, kebetulan saya juga tinggal d sekitar pondok gede.
    Ehm kalo semester genapnya mulainya kapan y?
    dan ada contact yang bisa dihubungi tdk?

    Terimakasih sebelumnnya,

    semester genap dimulai sekitar bulan juli. pendaftaran biasanya dibuka pada awal juni. insyaAllah nanti ana kabari via email kalau sudah buka pendaftarannya.

  13. Pandu Says:

    Assalamualaikum wr wb.
    Ga sengaja terdampar di blog ini, sepertinya kegiatannya menarik..
    boleh informasinya pak.. saya tinggal ga jauh di perumnas 3 bekasi timur, tp sebenernya sya lagi cari murobbi.. mohon referensinya jika berkenan..
    thk

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    boleh pak, silakan hubungi ustadz anwar di LTQ Islamic Centre Iqro’, nanti insyaAllah beliau yg lebih kaffah menjelaskan dan memperkenalkan murobbi yang sesuai dengan minat bapak.

    ust anwar bisa dihubungi di 02193875968. tadi malam saya sudah bicara dengan beliau dan dipersilakan menghubungi nomor tersebut.

    semoga membantu ya, syukran.

  14. Asep Komar Says:

    assalamualikum,……………….
    ngaji kalau dibahasa jawa itu “ngatur jiwo” artinya mengaatur jiea dengan membaca ayat allah,………………

  15. Suradi Says:

    Cara daftar ngaji di IQRO pondok gede gimana Mas…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 261 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: