Bontang, Kota Kecilku..
1 Juli 2008 22:11
BONTANG – Sebagai kota yang pernah membesarkanku sejak kelas 1 SD sampai 3 SMA, Bontang menjadi salah satu kota yang membentuk kepribadian diri ini. Kota yang dikenal sebagai penghasil gas alam cair [LNG - Liquid Natural Gas] terbesar di dunia dengan pabrik raksasanya ini terletak beberapa puluh kilometer di sebelah utara garis khatulistiwa, tepatnya di 0° 6′8.44″ Lintang Utara dan 117°28′15.98″ Bujur Timur.
Almarhum papa dulunya adalah seorang karyawan PT Badak NGL, sebuah anak perusahaan Pertamina yang memproduksi gas alam cair yang diekspor ke beberapa negara, utamanya adalah Jepang. Papa memboyong keluarganya pada bulan Juli 1977. Saat itu aku masih kelas 1 SD, berteman dengan 6 atau 7 anak saja.
Bontang kala itu layaknya kota baru yang dibangun di pesisir pantai dengan hutan belantara yang mengelilinginya. Tetangga yang baru beberapa gelintir, membuat kami menjadi mempunyai teman dan keluarga baru. Bila aku mengingat lagi saat-saat itu, kok rasanya almarhum mama nekad juga mau diajak pindah dari Jakarta ke tengah hutan yang masih perawan ini, hehehe..
Sebagai anak komplek, selama 12 tahun di kota ini berteman dengan kawan yang itu-itu saja. Bahkan ada kawan yang sama-sama memulai dari kelas 1 SD hingga tamat kelas 3 SMA, sehingga tak heran diantara kami sudah layaknya seperti saudara. Masa-masa kecil dan beranjak gede dengan kawan yang sama membuat tali persahabatan itu kuat hingga kini.
Sampai pada bulan Juni 2008 saat aku berkunjung lagi ke sana, tak terasa sudah 19 tahun sejak terakhir kali meninggalkan Bontang. Kota kecilku itu sekarang sudah berubah menjadi Kotamadya. Bontang sudah tumbuh menjadi kota yang padat dan ramai. Walaupun demikian, kehidupan di komplek PT Badak tidak lah berubah banyak. Jalan-jalan masih sepi, perumahan PC (permanent community) yang semakin banyak kini malah banyak yang tak berpenghuni. Perumahan para expatriat/tenaga kerja asing di komplek Construction House atau disingkat CH bahkan sudah rata dengan tanah.
Demikian pula perumahan portable macam Porta, Delta maupun Asian Jet, hanya menyisakan lantai semen sebagai tanda adanya bekas rumah yang dulu pernah diletakkan disitu. Untunglah, mungkin demi alasan sejarah, masih ada beberapa rumah yang dibiarkan menjadi rumah contoh bahwa di komplek itu pernah hadir perumahan portable.
Seiring makin sedikitnya expatriat di komplek PT Badak, banyak bangunan yang dulu dibangun di area ‘orang bule’ pun dilenyapkan. Commissary yang merupakan supermarket satu-satunya tempat mereka para orang asing berbelanja, telah tidak ada. Juga Pavillion yang merupakan tempat untuk perhelatan acara-acara perusahaan dan gedung kelas 1 SD-ku, lenyap tak berbekas. Perumahan Monkey Hill tempat tinggal beberapa kawan juga sudah dilenyapkan. Di Town Centre, toko Wongso Brothers, sebuah toko kelontong milik warga keturunan Tionghoa, masih kelihatan gedungnya namun kepemilikannya sudah dialihkan kepada koperasi perusahaan. Youth Centre, sebuah tempat dimana anak-anak Indonesia dan asing mangkal setelah selesai jam sekolah, pun sudah tidak ada lagi. Bis-bis yang berputar mengelilingi komplek sudah juga tidak tersedia, mungkin karena semakin banyak karyawan yang mempunyai kendaraan pribadi atau bisa jadi ada alasan lain.
Namun ada beberapa tempat ‘bersejarah’ yang masih tersisa. Misalnya Recreation Hall (RecHall), sebuah tempat rekreasi, berupa kolam renang, restoran dan lapangan olah raga, masih bisa kita gunakan. Demikian juga kolam renang di Multi Purpose Building dan Town Centre, masih seperti saat aku tinggalkan dulu, bahkan tak berubah. Stadion PT Badak juga masih ada, demikian pula restoran Pelangi di Airport dan Hutan Pak Ogah. Yang terakhir ini malah ditingkatkan fasilitasnya menjadi hutan lindung. Masjid Al Kautsar semakin gagah saja dengan perluasan ke arah utara. Bangunannya yang cantik memberikan godaan yang tak dapat ditolak untuk menyegerakan menunaikan sholat fardhu di sana.
Sekolah tempat kami menimba ilmu, kelihatan masih seperti yang dulu. Ada penambahan satu dua di sisi kiri kanan, mungkin untuk tempat parkir kendaraan bermotor. Sayang, aku berkunjung saat sekolah sedang dalam masa libur sehingga tidak memungkinkan untuk bersilaturahim dengan para guru yang aku dengar masih mengabdi di sana beberapa orang.
Pun sebuah pulau yang dikelilingi oleh air laut yang jernih dan pasir yang putih, sand island namanya, masih tetap ada walaupun makin hari makin terancam oleh gerusan gelombang yang halus membelainya. Pulau yang menjadi andalan untuk berekreasi, masih ramai dikunjungi karyawan dan keluarganya saat kemarin kami ke sana. Tapi ukuran pulau yang makin menciut mengkhawatirkanku bahwa suatu hari pulau ini pun akan lenyap dari peta kota Bontang. Semoga tidak, ya.
Demikianlah, sedikit info tentang Komplek PT Badak NGL di kota Bontang, sebuah kota yang sarat dengan kenangan masa kecil yang indah. Suatu masa dimana persoalan hidup tidak pernah terdengar, yang belakangan menyadarkanku bahwa segala kemudahan dan fasilitas yang serba ada dan gratis ternyata dapat mendidik kita kurang peka menghadapi tantangan. Apa-apa yang di dapat dengan mudah juga membentuk perilaku kita untuk mudah putus asa bila terhadang oleh sebuah hambatan. Well, paling tidak itulah yang aku pernah rasakan.
Alhamdulillah, puji syukur kepadaMu ya Allah atas karuniaMu, yang mengijinkan aku menikmati hari-hari indah di kota kecil ini seperti dulu lagi, bersama anak dan istriku. Semoga Engkau jaga kota kecilku ini, agar tetap menjadi kota yang menyenangkan bagi siapa saja yang mengunjunginya, amin..
Ps: Terima kasih kepada om Saptomo yang telah menerima, menjamu dan melayani kami dengan sepenuh hati sehingga liburan 3 hari di Bontang benar-benar menjadikan pengalaman yang tak terlupakan. You’re the best, om.
















2 Juli 2008 14:47 at 14:47
Nice write up brother. Memang seneng ya ‘pulang kampung’ ke Bontang lagi. Suddenly all of those great memories come back to our brain. Kok tidak diulas tempat di Kampung Baru dimana kita setiap minggu beli kaset dari jaman Rock Jahiliyah? Hehehe… Sand Island aku rasa 10 tahun lagi akan ‘almarhum’, lha dengan fenomena Global Warming, our little island won’t exist anymore. Sad but true.
29 Juli 2008 23:31 at 23:31
Mas pasti kakak kelas saya, karena saya juga besar di Bontang. Cuma pas kuliah saja saya ke Bandung, tapi sekarang saya sudah tidak di Bontang lagi, karena Bapak saya sudah pensiun sich. Foto-fotonya bagus-bagus, Mas! Tapi sayangnya kurang banyak, apalagi foto di Komplek Perumahan PTB-nya koq gak ada. Padahal di Komplek itulah kita besar & berkembang. Waktu mas kelas 1 SD di VIDATRA, saya pasti masih belum sekolah & masih ingusan tuch. He..He..4x Oia, Beras Basah koq sekarang ada Dermaganya yaa Mas? Padahal pas terakhir saya meninggalkan Bontang tahun 2004, itu belum ada Dermaganya lho. Palingan cuma ada jalan kayu buat ke Mercusuarnya doank. Saya tau banget, karena saya sering kesana sambil SAILING pake HOBBIE FLEET dengan teman seAngkatan saya sich.He..4x Salam kenal dari saya yaa…. Wasalammualaikum Wr Wb
27 Agustus 2008 15:32 at 15:32
Kangen ma Boonnttaannggg, foto2nya kurang banyak tu om di uploadnya hehehe
28 Agustus 2008 10:45 at 10:45
Assalammualaikum. Wr. Wb
Maaf mas, saya bukan lulusan tahun 2004 koq. Kalo tahun 2004 itu, saya keluar dari Bontang setelah Ortu saya Pensiun & saya juga Resign dari pekerjaan yang di Bontang. Saya pindah ke Palembang sekarang! Saya sebenarnya lulusan atau angkatan tahun 1994 koq. Oia, kakak saya, lulusan tahun 1991 lho! Namanya FREDDY BRODJOL. Pasti mas gak kenal khan, abiz kakak saya khan adik kelas mas! He..He..4x Tapi saya kenal juga koq, sama yang angkatan 80-an, abiz saya gak tau persis angkatannya sich. Orang itu namanya SAPTONO & dia sekarang kerja di PT.Badak bagian Services! Mas kenal gak nich, sama orang tersebut? He..He..4x Saya kenal dengan Om Saptono itu, karena dia itu Pamannya Sahabat seangkatan saya di Bontang dulu.Wassalamualaikum. Wr. Wb
26 September 2008 11:58 at 11:58
wah seneng banget bisa lihat bontang lagi terutama kompl. ptb nya.
pasti seneng bs berkunjung lagi beserta keluarga, kangeeeennn juga nech hehehe.
tp, fotonya kok dikit amat ya? lain kali please di banyakin ya buat tombo kangen aku, makasih banyak sebelumnya ya.
mpek2 brojol wah emang enak banget, n terakhir di pc v aku masih sempet mampir, sampai sekarang rasanya masih terasa hehehehe…
salam
nyta
30 September 2008 4:31 at 4:31
Hallo…. BONTANG wah… gw jadi inget masa kecil gw disana. Kenalin…Gw Denni Irawan Rachman, anak H.A.Rachman…dulu yang beken kakak gw Veranika Rachman karena terkenal tomboi dan banyak temen cowoknya
hehehe…suka breakdance segala! Dari tahun 80an, Gw sekeluarga di Bontang.Disana gw dari TK sampai kelas 5 SD, trus pindah ke Plaju.Akhirnya bokap pensiun di Jkt. Dulu tinggal di PC III no.2 (kalo nggak salah) pokonya rumahnya di pojok.
Mengenai fasilitas dan kurnag peka itu benar sekali…apalagi pas gw tinggal di Jakarta sekarang, apa2x serba mahal..sampai mo nyekolahin anak2x aja mikir dan mencari trus. Ngak ky dulu mo sekolah tinggal masuk.
Sand Island, mesjid dan tempat bersejarah lainnya…jadi bikin inget.Inget waktu LNG sempet meledak, waktu itu gw msh di SD kelas 3. Semua kaca pecah…Bontang mati lampu 1hari penuh..orang2x pada lari ke Samarinda dengan jalan kaki. Gw, Kakak gw, dan Nyokap cuma diam saja di luar rumah dengan tas menunggu bokap pulang dari pabrik. Sambil liat orang kampung pada berlarian ke arah Samarinda. Waktu itu kita cuma bisa diam, nggak tahu mo ngapain. Abis nggak tahu mo naik apa kesana. Kalo pun jalan pada waktu itu kalo pabrik bener2x meledak mungkin 1 Bontang sudah mati semua….. Alhamdulilah Allah masih kasih kehidupan.
Inget waktu gw dan keluarga mo pindah ke Plaju, hampir orang2x semua mengucapkan selamat tinggal. Dan sangatlah sedih rasanya….10 th di Bontang, akhirnya kita harus pergi.
Gw pernah mencuri di wongso, hahahaha! dan ketahuan nyokap suruh balikin. Engkoh wongso ketawa aja pas gw ngembalikan. Kalo nga salah pas waktu itu di deket wongso ada pemutaran film ky bioskop kecil, filmnya Starwars I.
Btw masih inget nggak tempat penyewaan film beta video dekat Komisaris yah namanya ? hehehe spt supermaket gitu. Trus gw suka main sama anak2x PC III yaitu Faisal, Abank, Yahya dan masih banyak lagi, Nunung, Hendy, Pudjo …
30 September 2008 6:35 at 6:35
Coba lihat google map : http://maps.google.com/maps?f=q&hl=en&q=Bontang,+Indonesia&sll=-6.232952,106.736528&sspn=0.005205,0.009656&ie=UTF8&cd=2&geocode=FbQIAgAdYOgABw&ll=0.117068,117.463304&spn=0.010471,0.019312&t=h&z=16
itu bontang skrg….wah kangennya
30 Oktober 2008 16:19 at 16:19
Asslm wr wb
Wah sekarang bontang dah laen ya pak…btw,bpk ini anaknya alm pak Krisnadi bukan?..wah kalo begitu om tom dulu pernah service mobilnya di bengkel aku,di semarang.Semua org bontang pasti saling kenal satu sama lainnya,disitulah ikatan persahabatan dan kekeluargaan terjadi.Dan yg aku ingat dulu waktu masih sekolah di bontang adalah anak2nya yg selalu bersahaja dengan segala kegiatannya itu…
31 Oktober 2008 15:46 at 15:46
dear publisher,
Saya terharu membaca article anda, lebih2 setelah melihat photo CH, yang merupakan tempat tinggal saya dari tahun 1988 s/d 1994 disitu ( CH 47 ), saya pengen
mengenal anda, paling tidak orang tua anda.
salam,
bastaman
2 November 2008 11:56 at 11:56
Ck..ck..ck… banyak sekali yang komentar ttg Bontang ya. Halo Denny…. aku adiknya Mas Oyiek, Wiwiek, dulu aku sohibnya kakakmu Vera. Sempat beberapa kali ketemu selepas lulus SMA, kalo gak salah pernah jadi penerima tamu bareng di kawinannya anaknya tante Suwarso di Ged. Pertamina tahun 1992-1993. Setelah itu nggak pernah ketemu lagi. Salam ya buat Vera.
Iya ya.. dulu Train B pernah meledak, aku masih ingat tanggalnya, 14 April 1983, karena sempat aku diariin dengan istilah L14A (Ledakan 14 April), ikut2an G30S PKI maksudnya. Sama tuh, dulu waktu orang2 pada ngungsi, aku sama mama di rumah cuma nangis, habis papa lagi jaga pagi, dan pas yang meledak itu train-nya papa… waktu itu papa kerja di Operations bagian Process, dan jadi shift supervisor alias yang bertanggung jawab saat ledakan itu terjadi. Baru kira2 jam 3 siang dapat kabar papa selamat, itu pun dari om Thom, bukan papa sendiri yang menelepon. Lalu beliau pulang dengan baju putih yang sudah coreng-moreng gak karuan… That is my worst memory of Bontang… kalau good memories… banyak sekali!!!!! Rasanya semua orang yang pernah tinggal di Bontang menyimpan kenangan indah.
Buat Gandy yang hobi Sailing… wah sama-sama alumni Hobie Fleet 132 ya? Aku dulu ikut sailing school tahun 1986, dapat sertifikat segala dari World Hobie Class Association. Kepingin rasanya sailing lagi, sayang di Jakarta itu sudah jadi olahraga mahal yang tidak terjangkau… Kapan ya bisa sailing lagi???
Mbak Nita…. apa kabar??? Dulu kita pernah sama2 ikut Kebaktian Tahunan di Malang tahun 1990 ya Mbak? Padahal waktu itu aku nggak kenal Mbak, karena diajak Yudha, aku ikutan aja. Awalnya aku agak takut lho sama Mbak Nita, soalnya mbak kan senior aku. Mana di Bontang dulu gak pernah ngobrol… eh ujug-ujug sekamar waktu ikut kebaktian tahunan. Nggak tahunya Mbak Nita baek bangeeeet, dan kita jadi sohiban ya Mbak.. Salam buat Om/Tante Salunusa, Yudha dan Jackson.
12 Desember 2008 15:03 at 15:03
Ass.Wr.Wb
Mas Oyi, koq foto yang di komplek perumahan PTB-nya belum di tambah lagi sich?? Di tambah lagi donk mas. He..4x Buat Mbak Nyta Salunusa, salam kenal yach dari saya. Terakhir keluarga saya tinggal di Komplek PTB, di PC 4 / No.219 & ibuku sudah tidak jualan Pempek lagi lho. He..4x Trus buat Mbak Wiwiek, saya juga sudah 4 tahun nggak Sailing lagi nich. Abis di Palembang nggak ada laut seeh! Yang ada juga Sungai Musi dech. He..4x Saya kangen juga sich, pengen Sailing lagi. Oia, waktu di Bontang dulu biasanya saya Sailing sama teman saya si Arief Bustaman (anaknya Tante Eli Noya). & kalo kami lagi Sailing & anginnya lagi bagus, saya sering maen papan seluncur yang di tarik pake Kapal Sailing itu & kadang-kadang sekalian Snorkling juga dech. Pokoknya seru Abiiss dech! He..4x Buat teman seangkatanku : si Denni & si Rurry. Kalian memang teman-temanku yang paling sering Online di Internet yach. Hua..Ha..4x
Wss.Wr.Wb
13 Desember 2008 10:45 at 10:45
Ass.Wr.Wb.
Foto-foto yang di flickr, mas! He..4x Thank’s juga, karena mas sudah mau ngebales E-Mail saya.
Wss.Wr.Wb
1 Februari 2009 19:39 at 19:39
Assalamualaikum…
wah, gak kebayang deh waktu mas soyi kembali ke Bontang…Yang ada tinggal kenangan, saksi n sejarah bisu yang hanya bisa kita ucapkan’ aku n temen2 sering ke sini…, dsb’. Saya pun demikian…. Nama saya: Azidah, Vidatra ‘97…, kakak sy juga angkatan tua, 92, namanya Edna.
Apa ini Mas Oyi yang pernah ikut judho dulu? kalo iya, dulu saya juga pernah ikt judho…, cewek kecil yang lawannya AArthuuurrrrr… terus…..karena sama kecilnya, hehehe.Mas barengan ma John Batubara n Mas Nunung Robert. Sekarang saya masih tinggal di Bontang…, tapi di PKT nya…Tiap masuk ke Badak….juga tringat ma ms lalu n segala kenangannya…
5 Februari 2009 18:59 at 18:59
Pak Lugito Budi juga….
seingat saya, dulu judonya masih di gedung sekolah SD yang lama, kalo sekarang gedung SMP…Matrasnya wrn ijo…
Nyantei aja lagi mas Oyi kalo lp…., byk bgt adk klsnya mas oyi…
Sy jg kaget wkt buka blog mas ni..ttg bontang….,apa ni Mas Oyi yang agak2 kriting n item dulu?(hehe.. kalo gak salah inget lho mas)…yang kerjanya ktw terus ma Nunung Robert n John batu bara cs….Oya tm 1 Jurusan sy di UGM, pacaran ma Mas Nunung, hihihi…waktu tu sy geli banget…Oia ada mb Maria n Mb Tenti jg…., hihihi….
Otrelah…
Sukses aja y….n ‘lam kenal tuk mb utami….
12 Maret 2009 11:35 at 11:35
Assalamu’alaikum,
Dear Publisher,
Saya lagi search ttg Bontang di google eh ada blog ex anak Bontang. Surprised saya membaca blog anda, betul2 mengembalikan saya pada masa lalu saya yang penuh kenangan indah.
Saya datang di Bontang akhir tahun 1976 sedangkan Bapak saya sudah di Bontang dari th 1974. Dan saya harus keluar dari Bontang utk meneruskan sekolah pertengahan th 1980. Tp saya masih bolak-balik ke Bontang setiap liburan semester sekolah.
Terakhir saya ke Bontang th 1986, dan meniggalkan banyak kenangan disana.
Anaknya Om Kresnadi yha..mungkin saya tidak kenal baik dengan anda tp saya kenal baik dengan om Kresnadi..
Masih sering ketemu dengan anak2 Vidatra?
Salam saya untuk keluarga,
Wassalamu’alaikum,
Ayas….
30 Maret 2009 22:01 at 22:01
indah..
30 Maret 2009 22:19 at 22:19
assalamu’alaikum wr wb
semoga kanda beserta keluarga sehat selalu dan mendapat hidayah dari ALLAH SWT. amin.
perkenalkan nama sy Sofyan, sy masih berkuliah di kota samarinda tepatnya di univ 17 fakultas hukum. sekarang sy bertempat tinggal di pc iv/28. orang tua masih bekerja di PTB dan kurang lebih 2 tahun lagi menjelang masa pensiun.
membaca tulisan kanda sy sangat terharu.. sy baru berfikir bahwa ” sesuatu itu akan kita kenang dan rindukan ketika sesutu itu pergi dan jauh dari hadapan kita “. bontang yang kini menjadi kota baru di prov kaltim meberikan warna terindah dalam pembangunnya. sy pernah berfikir untuk tidak kembali lagi di kota ini karena orang tua sy akan pensiun. tapi semangat dan keramah tamahan kota ini lah yang membuat kebulatan tekad sy untuk suatu saat nanti mengabdi, membangun dan menjaga kota ini. btw, lain kali sy sambung lagi kanda. trims.
wassalam
31 Maret 2009 21:02 at 21:02
Hai saudara2 ku eks or alumni vidatra, saya ingin bergabung dan berkenalan kembali, boleh ya? saya Denny Tampi, saya anak pak wim tampi di dept P & T (perkapalan dan telekomunikasi alias Papa Tango), saya hy 2 thn, dr thn 1977-1979 tp masih suka berkunjung tiap thn krn ayah saya alm msh berkerja s/d 1986 kira2, saya angkatan anak2 pak widodo, pak syarif, pak lapian. byk hal2 yg tdk bisa dilupa di bontang, shg disetiap ada kesempatan utk menceritakan tentang bontang saya sangat semangat. saya ingin kesana lagi tp belum ada kesempatan. tks atas foto2nya. salam buat saudara2 kita yang lain. God bless us all.
31 Maret 2009 21:19 at 21:19
oh ya saya dulu pertama x tinggal di porta thn 1977, lalu ke pc IV dekat mesjid disitu ada kel admajaya maaf kl salah, ada om sukoco, om kosasih (anaknya namanya yanthi), terus ke pc III dekat om nainggolan, om roroh, om widodo. tolong kalau ada informasi mengenai mereka (anak2nya khususnya). tks.
19 April 2009 12:17 at 12:17
Salam Kenal,
Oia nama saya willy,dulu jg pernah di bontang,wah lg nyari2 info bontang ktemu deh,apalagi ada sobatku jg disini,si gandy brojol…(emank tuh pempek nya paling top)tiap ebaran selalu aja mamaknya gandy buat persediaanlebih…whuahhaha…buat rury ma deni…pa kabar bos????….wuah baca ttg bontang emang gak ada abisnya,update trus yah…
30 April 2009 15:51 at 15:51
wah sama mas, anakku jg baru sembuh dari DB,emang lg banyak yg kena tuh.oia mas ayi,emang dulu angkatan berapa di vidatra,kalo seangkatan nunung (Tinggi,gede,item)….hehe…sih,kyanya masih inget2.trims yah mas udah dibalas..salam kenal jg mas ayi
20 Mei 2009 19:28 at 19:28
Terima kasih infonya Mas, sudah lama saya meninggalkan Bontang. Tetapi banyak kenangan yang sering teringat sewaktu tinggal disana. Saya pernah tinggal Mongkey hill dan sekolah di sma Vidatra s/d 1984.
28 Mei 2009 17:15 at 17:15
mskpn aku dibontang cm 6bln, tp sgat bnyk kenangan yg tercipta brsama tmn2 sperjuangan. skrg aku g’ tau dmn mrk berada. stlh baca cerita diatas, muncul kmbali rasa kangen pd kota kecil bontang. sering aku brtnya pd diri ku, kpn aku bs ksna lg….???? sedangkan kesibukan tiada hbsnya. tp aku pny keyakinan psti bs menginjakkan kaki dikota kecil itu lg. seperti apa ya bontang skrg…..?????
4 Juni 2009 14:49 at 14:49
Betul Pole, Mbak inge adik kelas saya, saya lulus 1984 angkatan mbak Conny, Dios Dado (kalau mbak inge kenal) Gunawan fatahilah, Yuli, Budi PKT. Tinggal di kota mana mbak ingge sekarang? masih ada nggak guru-guru angkatan saya yang di Bontang ?, Seperti Bp/Ibu Mujiharjo, Bp. Sukajat, Ibu Linda Nainggolan, Bp. Herman Rante. Kalau masih ada salam untuk Beliau.
7 Juni 2009 22:35 at 22:35
Memang Bontang ( dulu ) sekarang Kota Bontang mengalami kemajuan yang sangat pesat, dulu saya ingat orang 2x / anak 2x PT. Badak menyebut wilayah diluar komplek pt. badak adalah ” KAMPUNG ” sangat miris memang kedengaranya, untuk masuk kewilayah ptb sangat ketat sekali pemeriksaannya harus meninggalkan KTP, harus punya SIM, mau kemana dll, dimana yang dulunya YPVDP hanya untuk mereka, dsb. tapi dengan berkembangnya kotaku semua itu telah berubah, kata 2x kampung sdh gak ada lagi sekarang YPVD sudah bisa menerima anak 2x diluar ptb yang berprestasi tentunya untuk ikut menimba ilmu di YPVDP, masuk ke ptb sdh agak longgar, itu sekelumit oleh-oleh tempo doeloe yang ( mungkin ) tidak bisa terlupakan, ayo maju PT. Badak ayo maju Kotaku
11 Juni 2009 18:34 at 18:34
Aslmkm mr. Moderator
Saya bukan anak vidatra/bontang, tp saya jg punya banyak kenangan indah di bontangg (terutama di komp. Badak)
Saya sekolah dulu di stm negeri
Saya cuma mau tahu kabarnya azidah (llsn 97), yanti (95) edlin (95)
Sudah 1rahun saya terputus silaturrahvminya.
Mdh2an bisa tersambungkan kembali, dimana kami semua sudah berbeda semua (bberkeluarga)
Trima kasih – wslmkm
14 Juni 2009 3:44 at 3:44
@totok : azidah,yanti,edlin..itu kakak beradek kan..aku kenal..tp nngak tau kabar..
@willy :kakaknya ria dan lisa bukan yah?kalo bener aku santi adeknya sarmadi,gimana kabarnya ria?
aku merasa sangat beruntung sekali bisa lahir dan besar di bontang,karna akhirnya aku belajar bersyukur dengan apa yang sudah Alloh berikan selama ini.
Dengan fasilitas yang cukup complete membuat anak2 di bontang yang memanfaatkannya menjadi berprestasi.misalnya jaman dulu ada BSC (badak swimming club)pesertanya ada deni,roy,era,uli,sherly,dona,termasuk aku tentunya..bisa ikutan kejurda dan mendapat juara ditingkat kaltim.trus ada marching band yang bisa mengirimkan beberapa anggotanya keluar negeri salah satunya ada mbak eka anaknya alm.bpk selamet,trus ada juga kelompok cheerleader cute girl ,yang merupakan cheerleader pertama di vidatra yang menjadi juara 1 tingkat kaltim.dan masih banyak lg prestasi yang diraih anak2 vidatra.
27 Juni 2009 12:01 at 12:01
koreksi:
kalau yg satu keluarga azidah (97), edlin (95)dan edna (92) dan ada satu adik paling kecil cow (99), mereka anaknya bapak Slamet kalo ga salah
nah…kalo yanti (95) itu tetangga sebelahnya…
5 Agustus 2009 9:44 at 9:44
seru..seru…seru bacanya…wktu kerja di bontang taon lalu ga smpet jjs ke PTB.pdhl penjuru bontang yg lain dah dikunjungi…;p
14 Agustus 2009 16:04 at 16:04
assalamualaikum wr wb,
senang rasanya bisa mengenang kembali kota Bontang. dulu di Bontang dari thn 77 – 81, sempet ngerasain sekolah di paviliun dekat commissary (lapangan bisbol) barengan ama Oyi (diantara 6/7 orang di atas). Walau cuma 4 tahun, Bontang meninggalkan kenangan yang mendalam, sehingga sampai saat ini merasa bahwa kalo ditanya di mana kampungnya, yang teringat Bontang. Oyi, terima kasih utk ceritanya.
tahun 93 sempat kembali selama 8 minggu untuk kerja praktek, di bagian maintenance. salah satu pembimbingnya adalah oom Brodjol (terima kasih oom, untuk ilmu dan pencerahannya).
tahun 2004 balik lagi selama 3 malam, sudah bawa keluarga. komentar istri yang sejak kecil tinggal di Jakarta, Bontang adalah heaven on earth. dia selalu bilang enak banget kami sempat melewatkan masa kecil di Bontang, walau kami sepakat bahwa untuk proses belajar tabah, sabar dan tahan diri masih lebih baik kalo belajar di jalanan jakarta hhehehehehe
dulu suka sekali mancing, seingat saya hampir setiap minggu pergi mancing. sayang gak sempat nyobain snorkling etc. Beras Basah, sudah pasti kenangan yang takkan terlupakan. Keluarga saya sempat saya ajak ke sana, walau cuma 1 jam saja (datang jam 3, jam 4 sudah balik lagi), tetap membuat kecemburuan membayangkan betapa enaknya kita waktu kecil tinggal di Bontang. Alhamdulillah.
terkait suasana kota, di bontang kita nyaris tidak punya teman, karena semua adalah saudara. walau sayang, sejak pindah ke jakarta banyak teman2 yang putus silaturahmi. mungkin Jodi Lapian saja yang paling sering ketemu.
akhir kata, suatu berkah dan rahmat yang disyukuri kalo kita pernah merasakan Bontang, semoga semua daerah di indonesia bisa membuat dan menjaga kota yang madani (civilized) kayak kenangan kita di Bontang.
salam
didi / ardian pratama
1 September 2009 13:12 at 13:12
Aslkm. Wr.Wb. Mas…
Saya Shorin mas (orang tua saya biasa manggil saya Oin)…saya inget dengan Mas Soyi (hanya saja memori masa kecil saya sudah banyak yang hilang, hehehehe). Saya anaknya Alm. Pak Soeparman yang tinggal di PC III 76…mudah2an mas masih inget,
Saya iseng2 cari informasi soal PT Badak, eee ternyata ketemu tulisannya mas…(btw mas, tulisannya detail banget sampai2 bisa saya gambarkan di dalam pikiran saya, hehehehe)
Bener seperti yang mas bilang, banyak kenangan selama tinggal di Bontang. Terakhir saya ke Bontang tahun 1999 (sewaktu alm bapak pensiun). Rasanya pingin banget ngeliat Bontang lagi. Penasaran dengan perubahannya, hehehe.
Dan jujur aja saya kangen banget dengan fasilitas2nya yang serba gratis, hehehehehe…
Tapi bener seperti yang mas bilang, kalau kita lengah, kita bisa terbuai dengan semua fasilitas yang ada.
Terima kasih banyak untuk sharing pengalamannya mas, semoga saya juga bisa menginjakkan kaki lagi di bontang, walaupun cuma sekedar berkunjung.
Wasalamualaikum Wr. Wb.