Bontang, Kota Kecilku..

1 Juli 2008 22:11

BONTANG – Sebagai kota yang pernah membesarkanku sejak kelas 1 SD sampai 3 SMA, Bontang menjadi salah satu kota yang membentuk kepribadian diri ini. Kota yang dikenal sebagai penghasil gas alam cair [LNG - Liquid Natural Gas] terbesar di dunia dengan pabrik raksasanya ini terletak beberapa puluh kilometer di sebelah utara garis khatulistiwa, tepatnya di 0° 6’8.44″ Lintang Utara dan 117°28’15.98″ Bujur Timur.

Almarhum papa dulunya adalah seorang karyawan PT Badak NGL, sebuah anak perusahaan Pertamina yang memproduksi gas alam cair yang diekspor ke beberapa negara, utamanya adalah Jepang. Papa memboyong keluarganya pada bulan Juli 1977. Saat itu aku masih kelas 1 SD, berteman dengan 6 atau 7 anak saja.

Bontang kala itu layaknya kota baru yang dibangun di pesisir pantai dengan hutan belantara yang mengelilinginya. Tetangga yang baru beberapa gelintir, membuat kami menjadi mempunyai teman dan keluarga baru. Bila aku mengingat lagi saat-saat itu, kok rasanya almarhum mama nekad juga mau diajak pindah dari Jakarta ke tengah hutan yang masih perawan ini, hehehe..

Sebagai anak komplek, selama 12 tahun di kota ini berteman dengan kawan yang itu-itu saja. Bahkan ada kawan yang sama-sama memulai dari kelas 1 SD hingga tamat kelas 3 SMA, sehingga tak heran diantara kami sudah layaknya seperti saudara. Masa-masa kecil dan beranjak gede dengan kawan yang sama membuat tali persahabatan itu kuat hingga kini.

Sampai pada bulan Juni 2008 saat aku berkunjung lagi ke sana, tak terasa sudah 19 tahun sejak terakhir kali meninggalkan Bontang. Kota kecilku itu sekarang sudah berubah menjadi Kotamadya. Bontang sudah tumbuh menjadi kota yang padat dan ramai. Walaupun demikian, kehidupan di komplek PT Badak tidak lah berubah banyak. Jalan-jalan masih sepi, perumahan PC (permanent community) yang semakin banyak kini malah banyak yang tak berpenghuni. Perumahan para expatriat/tenaga kerja asing di komplek Construction House atau disingkat CH bahkan sudah rata dengan tanah. Construction HouseDemikian pula perumahan portable macam Porta, Delta maupun Asian Jet, hanya menyisakan lantai semen sebagai tanda adanya bekas rumah yang dulu pernah diletakkan disitu. Untunglah, mungkin demi alasan sejarah, masih ada beberapa rumah yang dibiarkan menjadi rumah contoh bahwa di komplek itu pernah hadir perumahan portable.

Seiring makin sedikitnya expatriat di komplek PT Badak, banyak bangunan yang dulu dibangun di area ‘orang bule’ pun dilenyapkan. Commissary yang merupakan supermarket satu-satunya tempat mereka para orang asing berbelanja, telah tidak ada. Juga Pavillion yang merupakan tempat untuk perhelatan acara-acara perusahaan dan gedung kelas 1 SD-ku, lenyap tak berbekas. Perumahan Monkey Hill tempat tinggal beberapa kawan juga sudah dilenyapkan. Di Town Centre, toko Wongso Brothers, sebuah toko kelontong milik warga keturunan Tionghoa, masih kelihatan gedungnya namun kepemilikannya sudah dialihkan kepada koperasi perusahaan. Youth Centre, sebuah tempat dimana anak-anak Indonesia dan asing mangkal setelah selesai jam sekolah, pun sudah tidak ada lagi. Bis-bis yang berputar mengelilingi komplek sudah juga tidak tersedia, mungkin karena semakin banyak karyawan yang mempunyai kendaraan pribadi atau bisa jadi ada alasan lain.

Namun ada beberapa tempat ‘bersejarah’ yang masih tersisa. Misalnya Recreation Hall (RecHall), sebuah tempat rekreasi, berupa kolam renang, restoran dan lapangan olah raga, masih bisa kita gunakan. Demikian juga kolam renang di Multi Purpose Building dan Town Centre, masih seperti saat aku tinggalkan dulu, bahkan tak berubah. Stadion PT Badak juga masih ada, demikian pula restoran Pelangi di Airport dan Hutan Pak Ogah. Yang terakhir ini malah ditingkatkan fasilitasnya menjadi hutan lindung. Masjid Al Kautsar semakin gagah saja dengan perluasan ke arah utara. Bangunannya yang cantik memberikan godaan yang tak dapat ditolak untuk menyegerakan menunaikan sholat fardhu di sana.

Sekolah tempat kami menimba ilmu, kelihatan masih seperti yang dulu. Ada penambahan satu dua di sisi kiri kanan, mungkin untuk tempat parkir kendaraan bermotor. Sayang, aku berkunjung saat sekolah sedang dalam masa libur sehingga tidak memungkinkan untuk bersilaturahim dengan para guru yang aku dengar masih mengabdi di sana beberapa orang.

Pun sebuah pulau yang dikelilingi oleh air laut yang jernih dan pasir yang putih, sand island namanya, masih tetap ada walaupun makin hari makin terancam oleh gerusan gelombang yang halus membelainya. Pulau yang menjadi andalan untuk berekreasi, masih ramai dikunjungi karyawan dan keluarganya saat kemarin kami ke sana. Tapi ukuran pulau yang makin menciut mengkhawatirkanku bahwa suatu hari pulau ini pun akan lenyap dari peta kota Bontang. Semoga tidak, ya.

Demikianlah, sedikit info tentang Komplek PT Badak NGL di kota Bontang, sebuah kota yang sarat dengan kenangan masa kecil yang indah. Suatu masa dimana persoalan hidup tidak pernah terdengar, yang belakangan menyadarkanku bahwa segala kemudahan dan fasilitas yang serba ada dan gratis ternyata dapat mendidik kita kurang peka menghadapi tantangan. Apa-apa yang di dapat dengan mudah juga membentuk perilaku kita untuk mudah putus asa bila terhadang oleh sebuah hambatan. Well, paling tidak itulah yang aku pernah rasakan.

Alhamdulillah, puji syukur kepadaMu ya Allah atas karuniaMu, yang mengijinkan aku menikmati hari-hari indah di kota kecil ini seperti dulu lagi, bersama anak dan istriku. Semoga Engkau jaga kota kecilku ini, agar tetap menjadi kota yang menyenangkan bagi siapa saja yang mengunjunginya, amin..

Ps: Terima kasih kepada om Saptomo yang telah menerima, menjamu dan melayani kami dengan sepenuh hati sehingga liburan 3 hari di Bontang benar-benar menjadikan pengalaman yang tak terlupakan. You’re the best, om.

61 Responses to “Bontang, Kota Kecilku..”

  1. ibenimages Says:

    Nice write up brother. Memang seneng ya ‘pulang kampung’ ke Bontang lagi. Suddenly all of those great memories come back to our brain. Kok tidak diulas tempat di Kampung Baru dimana kita setiap minggu beli kaset dari jaman Rock Jahiliyah? Hehehe… Sand Island aku rasa 10 tahun lagi akan ‘almarhum’, lha dengan fenomena Global Warming, our little island won’t exist anymore. Sad but true.

    thanks brother,
    kampung baru kemarin cuma lewat dowang. pengen sih ke berbas tempat dulu beli kaset-kaset metal, hanya waktu yg terbatas membuat berbas hanya bisa dipandang dari boat house :)

    ‘duh, semoga tidak deh, sand island penuh dengan kenangan, sayang sekali kalau harus hilang dari peta.. :(

  2. Gandy Says:

    Mas pasti kakak kelas saya, karena saya juga besar di Bontang. Cuma pas kuliah saja saya ke Bandung, tapi sekarang saya sudah tidak di Bontang lagi, karena Bapak saya sudah pensiun sich. Foto-fotonya bagus-bagus, Mas! Tapi sayangnya kurang banyak, apalagi foto di Komplek Perumahan PTB-nya koq gak ada. Padahal di Komplek itulah kita besar & berkembang. Waktu mas kelas 1 SD di VIDATRA, saya pasti masih belum sekolah & masih ingusan tuch. He..He..4x Oia, Beras Basah koq sekarang ada Dermaganya yaa Mas? Padahal pas terakhir saya meninggalkan Bontang tahun 2004, itu belum ada Dermaganya lho. Palingan cuma ada jalan kayu buat ke Mercusuarnya doank. Saya tau banget, karena saya sering kesana sambil SAILING pake HOBBIE FLEET dengan teman seAngkatan saya sich.He..4x Salam kenal dari saya yaa…. Wasalammualaikum Wr Wb

    wa’alaikumussalam gandy,
    wah senangnya dapat kunjungan dari mantan orang bontang. lulus sma tahun 2004? ya berarti saat gandy kelas 1 SD saya sudah kuliah, hehehe.

    saya pernah nyesel nih, karena fasilitas yang luar biasa di badak saat itu tidak dimanfaatkan, sehingga setelah selesai SMA di Vidatra gak pernah sekalipun mencicipi Hobbie Fleet.. :(

    namun kunjungan ‘napak tilas’ kemarin ke bontang benar-benar mengobati rindu akan ‘kampung halaman’ yang kedua. ya, walaupun saya orang jawa tapi bontang sudah menjadi kampung halaman yang selalu dirindukan.

    terima kasih komentarnya gandy.


  3. Kangen ma Boonnttaannggg, foto2nya kurang banyak tu om di uploadnya hehehe

    hehehe..
    kan selain di blog ini juga ada di flickr & milis vidatra’89 tante mieske..

  4. Gandy Says:

    Assalammualaikum. Wr. Wb
    Maaf mas, saya bukan lulusan tahun 2004 koq. Kalo tahun 2004 itu, saya keluar dari Bontang setelah Ortu saya Pensiun & saya juga Resign dari pekerjaan yang di Bontang. Saya pindah ke Palembang sekarang! Saya sebenarnya lulusan atau angkatan tahun 1994 koq. Oia, kakak saya, lulusan tahun 1991 lho! Namanya FREDDY BRODJOL. Pasti mas gak kenal khan, abiz kakak saya khan adik kelas mas! He..He..4x Tapi saya kenal juga koq, sama yang angkatan 80-an, abiz saya gak tau persis angkatannya sich. Orang itu namanya SAPTONO & dia sekarang kerja di PT.Badak bagian Services! Mas kenal gak nich, sama orang tersebut? He..He..4x Saya kenal dengan Om Saptono itu, karena dia itu Pamannya Sahabat seangkatan saya di Bontang dulu.Wassalamualaikum. Wr. Wb

    wa’alaikumussalam,

    o, adiknya freddy brodjol? kalau freddy brodjol apalagi mamamu jelas aku masih ingat. terutama lenggangnya itu lho, hahahah.. bahkan aku juga masih ingat beli lenggang dan es jeruk harganya cuma 5.000, heheheh..

    waktu kemarin ke bontang aku sempat tanya sama om, kalau2 mamamu masih jualan pempek. kata omku, papamu sudah pensiun, yaah gagal deh makan lenggang yang melegenda di jamannya itu, hahaha..

    sstt, jangan bilang siapa-siapa ya, kalau warung pempek mamamu itu tempat favorit ngabur saat pelajaran kimia dan fisika bareng kawan2, juga tempat untuk ‘membayar’ taruhan hasil bertanding tenis di rechall, hahaha..

    salam ya untuk bu brodjol, dari salah seorang penggemar pempek lenggangnya di akhir tahun 80-an.. :)

  5. nyta salunusa Says:

    wah seneng banget bisa lihat bontang lagi terutama kompl. ptb nya.

    pasti seneng bs berkunjung lagi beserta keluarga, kangeeeennn juga nech hehehe.

    tp, fotonya kok dikit amat ya? lain kali please di banyakin ya buat tombo kangen aku, makasih banyak sebelumnya ya.

    mpek2 brojol wah emang enak banget, n terakhir di pc v aku masih sempet mampir, sampai sekarang rasanya masih terasa hehehehe…

    salam
    nyta

    hallo nyta.. ini nyta putrinya om salunusa? sori, lupa2 ingat, hehe.. kalau om salunusa sih mana mungkin lupa, lha nanyain SIM motor di depan papaku jeh, hehehe.. bagaimana kabar om & tante, apa masih di salatiga?


  6. Hallo…. BONTANG wah… gw jadi inget masa kecil gw disana. Kenalin…Gw Denni Irawan Rachman, anak H.A.Rachman…dulu yang beken kakak gw Veranika Rachman karena terkenal tomboi dan banyak temen cowoknya :D hehehe…suka breakdance segala! Dari tahun 80an, Gw sekeluarga di Bontang.Disana gw dari TK sampai kelas 5 SD, trus pindah ke Plaju.Akhirnya bokap pensiun di Jkt. Dulu tinggal di PC III no.2 (kalo nggak salah) pokonya rumahnya di pojok.

    Mengenai fasilitas dan kurnag peka itu benar sekali…apalagi pas gw tinggal di Jakarta sekarang, apa2x serba mahal..sampai mo nyekolahin anak2x aja mikir dan mencari trus. Ngak ky dulu mo sekolah tinggal masuk.

    Sand Island, mesjid dan tempat bersejarah lainnya…jadi bikin inget.Inget waktu LNG sempet meledak, waktu itu gw msh di SD kelas 3. Semua kaca pecah…Bontang mati lampu 1hari penuh..orang2x pada lari ke Samarinda dengan jalan kaki. Gw, Kakak gw, dan Nyokap cuma diam saja di luar rumah dengan tas menunggu bokap pulang dari pabrik. Sambil liat orang kampung pada berlarian ke arah Samarinda. Waktu itu kita cuma bisa diam, nggak tahu mo ngapain. Abis nggak tahu mo naik apa kesana. Kalo pun jalan pada waktu itu kalo pabrik bener2x meledak mungkin 1 Bontang sudah mati semua….. Alhamdulilah Allah masih kasih kehidupan.

    Inget waktu gw dan keluarga mo pindah ke Plaju, hampir orang2x semua mengucapkan selamat tinggal. Dan sangatlah sedih rasanya….10 th di Bontang, akhirnya kita harus pergi.

    Gw pernah mencuri di wongso, hahahaha! dan ketahuan nyokap suruh balikin. Engkoh wongso ketawa aja pas gw ngembalikan. Kalo nga salah pas waktu itu di deket wongso ada pemutaran film ky bioskop kecil, filmnya Starwars I.

    Btw masih inget nggak tempat penyewaan film beta video dekat Komisaris yah namanya ? hehehe spt supermaket gitu. Trus gw suka main sama anak2x PC III yaitu Faisal, Abank, Yahya dan masih banyak lagi, Nunung, Hendy, Pudjo …
    :) Wassalam

    wa’alaikumussalam denny..
    benar, yang beken si vera ya.. hehehe..
    wah, nunung hendy pudjo mah satu keluarga itu den, hehehe..
    tapi dari semua ceritamu diatas, sudah meyakinkanku kalau denny 100% anak bontang jaman dulu, hahaha.. salam untuk keluarga om rahman yaa..


  7. Coba lihat google map : http://maps.google.com/maps?f=q&hl=en&q=Bontang,+Indonesia&sll=-6.232952,106.736528&sspn=0.005205,0.009656&ie=UTF8&cd=2&geocode=FbQIAgAdYOgABw&ll=0.117068,117.463304&spn=0.010471,0.019312&t=h&z=16

    itu bontang skrg….wah kangennya

    betul! thanks to Google yang sudah menaikkan resolusi kota Bontang menjadi lebih baik sehingga bisa dinikmati dari jauh.. alhamdulillah..

  8. Rurry faizal Says:

    Asslm wr wb

    Wah sekarang bontang dah laen ya pak…btw,bpk ini anaknya alm pak Krisnadi bukan?..wah kalo begitu om tom dulu pernah service mobilnya di bengkel aku,di semarang.Semua org bontang pasti saling kenal satu sama lainnya,disitulah ikatan persahabatan dan kekeluargaan terjadi.Dan yg aku ingat dulu waktu masih sekolah di bontang adalah anak2nya yg selalu bersahaja dengan segala kegiatannya itu…

    wa’alaikumussalam,

    betull..
    lho kok kebetulan ya, kemarin om thom main ke jakarta dan cerita kalau pernah menservice mobilnya di bengkelnya boy solihin. ini rurry adiknya boy bukan?

  9. bastaman Says:

    dear publisher,

    Saya terharu membaca article anda, lebih2 setelah melihat photo CH, yang merupakan tempat tinggal saya dari tahun 1988 s/d 1994 disitu ( CH 47 ), saya pengen
    mengenal anda, paling tidak orang tua anda.

    salam,
    bastaman

    terima kasih komentar anda pak bastaman, salam kenal.
    orang tua saya bernama kresnadi koesoemo. pertama papa di operation dan sebelum pensiun terakhir di plant protection, deputinya pak lilipali.

    saya tinggal di bontang sejak tahun 1977 sampai 1989. pertama tinggal di Porta 88, lalu pindah ke PC IV/97 dan terakhir di PC III/72.

    kenal sama orangtua saya?

  10. Monica (Wiwiek) Says:

    Ck..ck..ck… banyak sekali yang komentar ttg Bontang ya. Halo Denny…. aku adiknya Mas Oyiek, Wiwiek, dulu aku sohibnya kakakmu Vera. Sempat beberapa kali ketemu selepas lulus SMA, kalo gak salah pernah jadi penerima tamu bareng di kawinannya anaknya tante Suwarso di Ged. Pertamina tahun 1992-1993. Setelah itu nggak pernah ketemu lagi. Salam ya buat Vera.
    Iya ya.. dulu Train B pernah meledak, aku masih ingat tanggalnya, 14 April 1983, karena sempat aku diariin dengan istilah L14A (Ledakan 14 April), ikut2an G30S PKI maksudnya. Sama tuh, dulu waktu orang2 pada ngungsi, aku sama mama di rumah cuma nangis, habis papa lagi jaga pagi, dan pas yang meledak itu train-nya papa… waktu itu papa kerja di Operations bagian Process, dan jadi shift supervisor alias yang bertanggung jawab saat ledakan itu terjadi. Baru kira2 jam 3 siang dapat kabar papa selamat, itu pun dari om Thom, bukan papa sendiri yang menelepon. Lalu beliau pulang dengan baju putih yang sudah coreng-moreng gak karuan… That is my worst memory of Bontang… kalau good memories… banyak sekali!!!!! Rasanya semua orang yang pernah tinggal di Bontang menyimpan kenangan indah.

    Buat Gandy yang hobi Sailing… wah sama-sama alumni Hobie Fleet 132 ya? Aku dulu ikut sailing school tahun 1986, dapat sertifikat segala dari World Hobie Class Association. Kepingin rasanya sailing lagi, sayang di Jakarta itu sudah jadi olahraga mahal yang tidak terjangkau… Kapan ya bisa sailing lagi???

    Mbak Nita…. apa kabar??? Dulu kita pernah sama2 ikut Kebaktian Tahunan di Malang tahun 1990 ya Mbak? Padahal waktu itu aku nggak kenal Mbak, karena diajak Yudha, aku ikutan aja. Awalnya aku agak takut lho sama Mbak Nita, soalnya mbak kan senior aku. Mana di Bontang dulu gak pernah ngobrol… eh ujug-ujug sekamar waktu ikut kebaktian tahunan. Nggak tahunya Mbak Nita baek bangeeeet, dan kita jadi sohiban ya Mbak.. Salam buat Om/Tante Salunusa, Yudha dan Jackson.

    ckckck.. luar biasa daya ingatannya si wiwiek. untuk urusan memori masa kecil, di keluarga kami memang dialah spesialisnya.. :)

    bener deh, baru tahu aku kalau ada istilah L14A untuk ledakan train kilang PT Badak itu. kok dirimu bisa tahu ya? hehehe..

    thanks sis.

  11. Gandy Says:

    Ass.Wr.Wb
    Mas Oyi, koq foto yang di komplek perumahan PTB-nya belum di tambah lagi sich?? Di tambah lagi donk mas. He..4x Buat Mbak Nyta Salunusa, salam kenal yach dari saya. Terakhir keluarga saya tinggal di Komplek PTB, di PC 4 / No.219 & ibuku sudah tidak jualan Pempek lagi lho. He..4x Trus buat Mbak Wiwiek, saya juga sudah 4 tahun nggak Sailing lagi nich. Abis di Palembang nggak ada laut seeh! Yang ada juga Sungai Musi dech. He..4x Saya kangen juga sich, pengen Sailing lagi. Oia, waktu di Bontang dulu biasanya saya Sailing sama teman saya si Arief Bustaman (anaknya Tante Eli Noya). & kalo kami lagi Sailing & anginnya lagi bagus, saya sering maen papan seluncur yang di tarik pake Kapal Sailing itu & kadang-kadang sekalian Snorkling juga dech. Pokoknya seru Abiiss dech! He..4x Buat teman seangkatanku : si Denni & si Rurry. Kalian memang teman-temanku yang paling sering Online di Internet yach. Hua..Ha..4x
    Wss.Wr.Wb

    wa’alaikumussalam,
    foto-foto yg dimana nih? yg di flickr atau di blog ini? kalau di blog ini memang tidak ditambah lagi gandy.
    salamnya untuk wiwiek insyaAllah ane sampaikan. di palembang tidak ada laut, adanya sungai musi ya, hehehe..

    terima kasih sudah mampir lagi ya gandy..

  12. Gandy Says:

    Ass.Wr.Wb.
    Foto-foto yang di flickr, mas! He..4x Thank’s juga, karena mas sudah mau ngebales E-Mail saya.
    Wss.Wr.Wb

    wa’alaikumussalam gandy,
    saya yg berterima kasih karena antum rajin mengunjungi blog ini, hehehe..

  13. azidah Says:

    Assalamualaikum…
    wah, gak kebayang deh waktu mas soyi kembali ke Bontang…Yang ada tinggal kenangan, saksi n sejarah bisu yang hanya bisa kita ucapkan’ aku n temen2 sering ke sini…, dsb’. Saya pun demikian…. Nama saya: Azidah, Vidatra ’97…, kakak sy juga angkatan tua, 92, namanya Edna.
    Apa ini Mas Oyi yang pernah ikut judho dulu? kalo iya, dulu saya juga pernah ikt judho…, cewek kecil yang lawannya AArthuuurrrrr… terus…..karena sama kecilnya, hehehe.Mas barengan ma John Batubara n Mas Nunung Robert. Sekarang saya masih tinggal di Bontang…, tapi di PKT nya…Tiap masuk ke Badak….juga tringat ma ms lalu n segala kenangannya…

    wa’alaikumussalam azidah,

    waah, terima kasih nih sudah mengingatkan lagi soal bontang, walaupun maaf sekali, aku tidak bisa ingat lagi siapa gerangan azidah ini, huhuhu..

    ya benar, dulu aku ikut judo dibawah bimbingan pak lugito budi [ludi]. selain john dan nunung ada juga bang freddy marihot. kami berempat dulu sering dikirim mengikuti kejurnas maupun kejurda judo. wah, what a beautiful memory..

    dulu latihan judo dibimbing siapa dik azidah? jazakillah sudah mampir ya.

  14. azidah Says:

    Pak Lugito Budi juga….
    seingat saya, dulu judonya masih di gedung sekolah SD yang lama, kalo sekarang gedung SMP…Matrasnya wrn ijo…
    Nyantei aja lagi mas Oyi kalo lp…., byk bgt adk klsnya mas oyi…
    Sy jg kaget wkt buka blog mas ni..ttg bontang….,apa ni Mas Oyi yang agak2 kriting n item dulu?(hehe.. kalo gak salah inget lho mas)…yang kerjanya ktw terus ma Nunung Robert n John batu bara cs….Oya tm 1 Jurusan sy di UGM, pacaran ma Mas Nunung, hihihi…waktu tu sy geli banget…Oia ada mb Maria n Mb Tenti jg…., hihihi….
    Otrelah…
    Sukses aja y….n ‘lam kenal tuk mb utami….

  15. Ayas Says:

    Assalamu’alaikum,
    Dear Publisher,
    Saya lagi search ttg Bontang di google eh ada blog ex anak Bontang. Surprised saya membaca blog anda, betul2 mengembalikan saya pada masa lalu saya yang penuh kenangan indah.
    Saya datang di Bontang akhir tahun 1976 sedangkan Bapak saya sudah di Bontang dari th 1974. Dan saya harus keluar dari Bontang utk meneruskan sekolah pertengahan th 1980. Tp saya masih bolak-balik ke Bontang setiap liburan semester sekolah.
    Terakhir saya ke Bontang th 1986, dan meniggalkan banyak kenangan disana.
    Anaknya Om Kresnadi yha..mungkin saya tidak kenal baik dengan anda tp saya kenal baik dengan om Kresnadi..
    Masih sering ketemu dengan anak2 Vidatra?
    Salam saya untuk keluarga,
    Wassalamu’alaikum,
    Ayas….


    wa’alaikumussalam wr. wb..

    waduh senangnya mendapat pesan seperti ini. benar, saya mungkin tidak ingat dengan anda, atau persisnya apakah kita pernah bertemu atau tidak di bontang. tapi saya sangat surprise sekali kalau anda kenal baik dengan almarhum bapak saya. terima kasih komentarnya bung ayas.

    maaf terlalu lama membalas pesan anda ya..

  16. sofyan Says:

    indah..

    alhamdulillah..

  17. sofyan Says:

    assalamu’alaikum wr wb
    semoga kanda beserta keluarga sehat selalu dan mendapat hidayah dari ALLAH SWT. amin.
    perkenalkan nama sy Sofyan, sy masih berkuliah di kota samarinda tepatnya di univ 17 fakultas hukum. sekarang sy bertempat tinggal di pc iv/28. orang tua masih bekerja di PTB dan kurang lebih 2 tahun lagi menjelang masa pensiun.
    membaca tulisan kanda sy sangat terharu.. sy baru berfikir bahwa ” sesuatu itu akan kita kenang dan rindukan ketika sesutu itu pergi dan jauh dari hadapan kita “. bontang yang kini menjadi kota baru di prov kaltim meberikan warna terindah dalam pembangunnya. sy pernah berfikir untuk tidak kembali lagi di kota ini karena orang tua sy akan pensiun. tapi semangat dan keramah tamahan kota ini lah yang membuat kebulatan tekad sy untuk suatu saat nanti mengabdi, membangun dan menjaga kota ini. btw, lain kali sy sambung lagi kanda. trims.
    wassalam

    wa’alaikumussalam,
    jazakallah doanya.. semoga Allah juga memberikan rahmat dan hidayahNya untuk antum sekeluarga, amin.
    bontang mengapa bisa melekat di diri ini karena memang seperti yg saya tulis, ikut memberikan andil dalam pembentukan watak dan pribadi. 12 tahun mungkin terasa sebentar, namun melewati masa kanak-kanak, remaja hingga ‘mentas’ di sana mau tak mau menjadikan bontang sebagai kampung halaman kedua. terlebih kehidupan setelah keluar dari bontang sangat berbeda. di jawa kehidupan begitu cepat, keras dan tak ada kompromi, berbeda dengan bontang yang tenang, saling mengenal dan damai.
    bila telah selesai kuliah di samarinda, alangkah baiknya bila antum bisa menerapkan ilmu-ilmu yang antum punya di kota kecil kita ini, karena di luar komplek PTB saya yakin masih banyak yang membutuhkan tenaga-tenaga profesional, terlebih bila itu putra asli daerah. antum asli kalimantan, kah?

    terima kasih sudah mampir dan memberikan komentar ya sofyan. semoga cepat selesai kuliahnya dan membangun bumi kalimantan timur.

  18. Denny Tampi Says:

    Hai saudara2 ku eks or alumni vidatra, saya ingin bergabung dan berkenalan kembali, boleh ya? saya Denny Tampi, saya anak pak wim tampi di dept P & T (perkapalan dan telekomunikasi alias Papa Tango), saya hy 2 thn, dr thn 1977-1979 tp masih suka berkunjung tiap thn krn ayah saya alm msh berkerja s/d 1986 kira2, saya angkatan anak2 pak widodo, pak syarif, pak lapian. byk hal2 yg tdk bisa dilupa di bontang, shg disetiap ada kesempatan utk menceritakan tentang bontang saya sangat semangat. saya ingin kesana lagi tp belum ada kesempatan. tks atas foto2nya. salam buat saudara2 kita yang lain. God bless us all.

    halo om denny..
    mohon maaf baru sempat membalas pesan anda. terima kasih sekali sudah memberikan info & pengalaman saat di bontang. anda angkatan 83-an mungkin ya? hehehe.. saya angkatan 89.

    ya, saya masih ingat om tampi.. dulu kan pernah satu gang di jalan tanjung di PC III. bagaimana kabar si lely? semoga benar nulis namanya ya.

    kebetulan anak-anak vidatra mau mengadakan reuni akbar 2009 di bulan juli, tepatnya tanggal 4 juli 2009. info lebih lanjut silakan gabung ke milis ikavi saja om, dengan mengirim email kosong ke IKAVI@yahoogroups.com

    sekali lagi terima kasih om denny..

  19. Denny Tampi Says:

    oh ya saya dulu pertama x tinggal di porta thn 1977, lalu ke pc IV dekat mesjid disitu ada kel admajaya maaf kl salah, ada om sukoco, om kosasih (anaknya namanya yanthi), terus ke pc III dekat om nainggolan, om roroh, om widodo. tolong kalau ada informasi mengenai mereka (anak2nya khususnya). tks.

    porta hanya tinggal dasarannya saja om. kalau pc IV dan pc III masih ada.

  20. willy Says:

    Salam Kenal,

    Oia nama saya willy,dulu jg pernah di bontang,wah lg nyari2 info bontang ktemu deh,apalagi ada sobatku jg disini,si gandy brojol…(emank tuh pempek nya paling top)tiap ebaran selalu aja mamaknya gandy buat persediaanlebih…whuahhaha…buat rury ma deni…pa kabar bos????….wuah baca ttg bontang emang gak ada abisnya,update trus yah…

    salam kenal juga willy.. maaf baru bisa balas ya.
    oww, bisa-bisa penggemar pempek brojol pada ngumpul disini nih hehehe..

  21. willy Says:

    wah sama mas, anakku jg baru sembuh dari DB,emang lg banyak yg kena tuh.oia mas ayi,emang dulu angkatan berapa di vidatra,kalo seangkatan nunung (Tinggi,gede,item)….hehe…sih,kyanya masih inget2.trims yah mas udah dibalas..salam kenal jg mas ayi

    oww, baru kena DB juga anaknya? syukur lah kalau sudah sembuh, karena DB memang ganas kalau tidak ditangani secara cepat.
    si nunung item itu [sekarang ada di medan dia], angkatan 91. kalau aku angkatan 89. willy angkatan berapa memangnya? besok tanggal 4 juli 2009 datang gak ke reuni akbar vidatra? insyaAllah diadakan di jakarta/cimanggis untuk semua angkatan sampai angkatan 2008.

  22. Semar Says:

    Terima kasih infonya Mas, sudah lama saya meninggalkan Bontang. Tetapi banyak kenangan yang sering teringat sewaktu tinggal disana. Saya pernah tinggal Mongkey hill dan sekolah di sma Vidatra s/d 1984.

    sama-sama om semar. mongkey hill? anak POLE dunk, hehehe.
    whew, sma vidatra tahun 1984? angkatannya siapa ya, mbak inge assa?

  23. arif prasetyo Says:

    mskpn aku dibontang cm 6bln, tp sgat bnyk kenangan yg tercipta brsama tmn2 sperjuangan. skrg aku g’ tau dmn mrk berada. stlh baca cerita diatas, muncul kmbali rasa kangen pd kota kecil bontang. sering aku brtnya pd diri ku, kpn aku bs ksna lg….???? sedangkan kesibukan tiada hbsnya. tp aku pny keyakinan psti bs menginjakkan kaki dikota kecil itu lg. seperti apa ya bontang skrg…..?????

    bila bicara bontang, ada dua mas arif. yang saya bicarakan adalah komplek pt badak ngl co bontang yang walaupun sudah ditinggal 19 tahun keadaannya masih seperti itu-itu saja. istilahnya, gak bakalan kesasar atau pangling deh, hehehe. nah yang berbeda banget adalah kota bontang di luar komplek pt badak itu, wah, saya yang pernah 12 tahun di bontang saja benar-benar gak bisa ingat semua jalanannya. ya maklum, kami anak komplek tidak terlalu sering jalan-jalan keluar komplek, karena selain 20 tahun yang lalu prasarana di luar komplek belum terlalu baik [tidak seperti sekarang yang sudah seperti kota besar], kami pun sudah cukup puas bermain di dalam komplek, hehehe. paling kami keluar komplek bila ada sesuatu yang hendak dibeli, yang di dalam komplek tidak ada yang jual, misalnya kaset musik dan aksesori motor. duh, jadi inget jaman sma, hahaha.

    makasih ya sudah mampir disini.

  24. Semar Says:

    Betul Pole, Mbak inge adik kelas saya, saya lulus 1984 angkatan mbak Conny, Dios Dado (kalau mbak inge kenal) Gunawan fatahilah, Yuli, Budi PKT. Tinggal di kota mana mbak ingge sekarang? masih ada nggak guru-guru angkatan saya yang di Bontang ?, Seperti Bp/Ibu Mujiharjo, Bp. Sukajat, Ibu Linda Nainggolan, Bp. Herman Rante. Kalau masih ada salam untuk Beliau.

    beberapa guru masih mengabdi disana, beberapa sudah pensiun om. wah, saya juga lagi mencari-cari keluarga assa nih, terutama astrid assa. bila ada yg tahu ada dimana, bisa sharing disini ya..

  25. petruk Says:

    Memang Bontang ( dulu ) sekarang Kota Bontang mengalami kemajuan yang sangat pesat, dulu saya ingat orang 2x / anak 2x PT. Badak menyebut wilayah diluar komplek pt. badak adalah ” KAMPUNG ” sangat miris memang kedengaranya, untuk masuk kewilayah ptb sangat ketat sekali pemeriksaannya harus meninggalkan KTP, harus punya SIM, mau kemana dll, dimana yang dulunya YPVDP hanya untuk mereka, dsb. tapi dengan berkembangnya kotaku semua itu telah berubah, kata 2x kampung sdh gak ada lagi sekarang YPVD sudah bisa menerima anak 2x diluar ptb yang berprestasi tentunya untuk ikut menimba ilmu di YPVDP, masuk ke ptb sdh agak longgar, itu sekelumit oleh-oleh tempo doeloe yang ( mungkin ) tidak bisa terlupakan, ayo maju PT. Badak ayo maju Kotaku

    wah, thanks update infonya ya. sebenarnya dari dulu vidatra juga sudah menerima beberapa siswa dari luar ptb, misalnya pernah ada murid dari pupuk kaltim yang bersekolah di SMP Vidatra.

  26. totok Says:

    Aslmkm mr. Moderator
    Saya bukan anak vidatra/bontang, tp saya jg punya banyak kenangan indah di bontangg (terutama di komp. Badak)
    Saya sekolah dulu di stm negeri
    Saya cuma mau tahu kabarnya azidah (llsn 97), yanti (95) edlin (95)
    Sudah 1rahun saya terputus silaturrahvminya.
    Mdh2an bisa tersambungkan kembali, dimana kami semua sudah berbeda semua (bberkeluarga)
    Trima kasih – wslmkm

  27. santi Says:

    @totok : azidah,yanti,edlin..itu kakak beradek kan..aku kenal..tp nngak tau kabar..

    @willy :kakaknya ria dan lisa bukan yah?kalo bener aku santi adeknya sarmadi,gimana kabarnya ria?

    aku merasa sangat beruntung sekali bisa lahir dan besar di bontang,karna akhirnya aku belajar bersyukur dengan apa yang sudah Alloh berikan selama ini.

    Dengan fasilitas yang cukup complete membuat anak2 di bontang yang memanfaatkannya menjadi berprestasi.misalnya jaman dulu ada BSC (badak swimming club)pesertanya ada deni,roy,era,uli,sherly,dona,termasuk aku tentunya..bisa ikutan kejurda dan mendapat juara ditingkat kaltim.trus ada marching band yang bisa mengirimkan beberapa anggotanya keluar negeri salah satunya ada mbak eka anaknya alm.bpk selamet,trus ada juga kelompok cheerleader cute girl ,yang merupakan cheerleader pertama di vidatra yang menjadi juara 1 tingkat kaltim.dan masih banyak lg prestasi yang diraih anak2 vidatra.

  28. totok Says:

    koreksi:
    kalau yg satu keluarga azidah (97), edlin (95)dan edna (92) dan ada satu adik paling kecil cow (99), mereka anaknya bapak Slamet kalo ga salah
    nah…kalo yanti (95) itu tetangga sebelahnya…

  29. greatDJ Says:

    seru..seru…seru bacanya…wktu kerja di bontang taon lalu ga smpet jjs ke PTB.pdhl penjuru bontang yg lain dah dikunjungi…;p

    hmmm, bontang ternyata banyak meninggalkan kesan mendalam bagi yg pernah mengunjunginya..

  30. didi Says:

    assalamualaikum wr wb,

    senang rasanya bisa mengenang kembali kota Bontang. dulu di Bontang dari thn 77 – 81, sempet ngerasain sekolah di paviliun dekat commissary (lapangan bisbol) barengan ama Oyi (diantara 6/7 orang di atas). Walau cuma 4 tahun, Bontang meninggalkan kenangan yang mendalam, sehingga sampai saat ini merasa bahwa kalo ditanya di mana kampungnya, yang teringat Bontang. Oyi, terima kasih utk ceritanya.

    tahun 93 sempat kembali selama 8 minggu untuk kerja praktek, di bagian maintenance. salah satu pembimbingnya adalah oom Brodjol (terima kasih oom, untuk ilmu dan pencerahannya).

    tahun 2004 balik lagi selama 3 malam, sudah bawa keluarga. komentar istri yang sejak kecil tinggal di Jakarta, Bontang adalah heaven on earth. dia selalu bilang enak banget kami sempat melewatkan masa kecil di Bontang, walau kami sepakat bahwa untuk proses belajar tabah, sabar dan tahan diri masih lebih baik kalo belajar di jalanan jakarta hhehehehehe

    dulu suka sekali mancing, seingat saya hampir setiap minggu pergi mancing. sayang gak sempat nyobain snorkling etc. Beras Basah, sudah pasti kenangan yang takkan terlupakan. Keluarga saya sempat saya ajak ke sana, walau cuma 1 jam saja (datang jam 3, jam 4 sudah balik lagi), tetap membuat kecemburuan membayangkan betapa enaknya kita waktu kecil tinggal di Bontang. Alhamdulillah.

    terkait suasana kota, di bontang kita nyaris tidak punya teman, karena semua adalah saudara. walau sayang, sejak pindah ke jakarta banyak teman2 yang putus silaturahmi. mungkin Jodi Lapian saja yang paling sering ketemu.

    akhir kata, suatu berkah dan rahmat yang disyukuri kalo kita pernah merasakan Bontang, semoga semua daerah di indonesia bisa membuat dan menjaga kota yang madani (civilized) kayak kenangan kita di Bontang.

    salam

    didi / ardian pratama

    wa’alaikumussalam wr. wb.
    oww, ada kunjungan dari saudara tua.. Didi, one of my old friends in bontang. senang banget dengar testimonimu diatas. waah, udah berkali-kali balik ke bontang taunya ya, gak ngajak-ngajak hehehe. cuma terus terang aja Di, aku kok lupa ya dirimu pernah sekolah di paviliun itu, hehe, ingetnya sih waktu di SD yg permanen.

    kapan-kapan ketemuan yuk.. pangling dah pasti, karena sudah hampir 30 tahun kita tak berjumpa hahaha. syukran Di, thanks banget.

  31. Shorin Hendarin Prakoso Says:

    Aslkm. Wr.Wb. Mas…

    Saya Shorin mas (orang tua saya biasa manggil saya Oin)…saya inget dengan Mas Soyi (hanya saja memori masa kecil saya sudah banyak yang hilang, hehehehe). Saya anaknya Alm. Pak Soeparman yang tinggal di PC III 76…mudah2an mas masih inget, :-)
    Saya iseng2 cari informasi soal PT Badak, eee ternyata ketemu tulisannya mas…(btw mas, tulisannya detail banget sampai2 bisa saya gambarkan di dalam pikiran saya, hehehehe)
    Bener seperti yang mas bilang, banyak kenangan selama tinggal di Bontang. Terakhir saya ke Bontang tahun 1999 (sewaktu alm bapak pensiun). Rasanya pingin banget ngeliat Bontang lagi. Penasaran dengan perubahannya, hehehe.
    Dan jujur aja saya kangen banget dengan fasilitas2nya yang serba gratis, hehehehehe…
    Tapi bener seperti yang mas bilang, kalau kita lengah, kita bisa terbuai dengan semua fasilitas yang ada.
    Terima kasih banyak untuk sharing pengalamannya mas, semoga saya juga bisa menginjakkan kaki lagi di bontang, walaupun cuma sekedar berkunjung.

    Wasalamualaikum Wr. Wb.

    wa’alaikumussalam,
    hallo shorin.. wah, aku gak lupa sama namamu.. tapi belum tentu kalau jumpa di jalan masih ingat, hehehe.. lha waktu aku di bontang kamu masih kecil, jadi mana ingat bentuk wajahmu sekarang..

    duh maaf ya, terlalu lama membalasnya.. kadang kalau lagi banyak kerjaan, ngeblog pun jadi terbengkalai. apalagi di bulan ramadhan ini, yg lebih banyak dibuat untuk ibadah.

    saya dengar om soeparman sudah tiada, itu tahun berapa ya? oke deh, sekali lagi mohon maaf baru bisa membalas komentarnya. sudah berkeluarga, shorin?


  32. weeee keren juga mass..

    waaah, makasih ya nil udah mampir dan baca-baca disini. bacanya cuma di artikel tentang kota bontang ya? hehehe..

  33. Irma Says:

    Ass
    Salam kenal Mas Oyi dan Kel.
    Yang komen diatas banyak yang kenal tuh dan rata2 jadi teman di Fb saya hehe.
    Kalau orang tua saya pasti kenal dengan ortu Mas Oyi. Omnya Mas Oyi mirip dengan nama om saya yang di PTB. 11-12 lah…Saptono dan Saptomo hehe. Dulu suka lho undangan buat Pak Saptomo nyasar ke rumah. Dikira buat om saya.

    Saya sih dulu juga ikut Judho…tapi lupa lah sama kakak kelas. Ingatnya sama Robby anak Vid 93. Dia kan dah jadi Polisi, baru saja ketemuan pas hajatan baptis cucuny aPak Yusuf Kondo (guru SMP).

    Oh iya, saya sering baca blog ini tapi baru sekarang kasih komen. Saya juga baru pulang dari Bontang. Sepinya…tapi tetap berkesan.

    Tulisan Mas Oyi lengkap nih, gak pernah bosan baca kalo lagi kangen sama bontang. Trims :)

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    aduh senangnya mendapat komentar dari anak bontang lagi..
    tapi mohon maaaaf banget, aku gak inget nih dengan irma, hiks. biasanya kalau udah gini kudu nanya sama adik-adikku, baru ntar direfresh lagi memorinya sama mereka hahaha..

    wah, dulu ikut judo? siapa yang melatih ya? apa masih pak lugito budi?
    terima kasih komentar dan kunjungannya ya ‘ir.


  34. [...] bahwa hari ini [23 Juli] adalah Hari Anak Nasional. Sesaat aku teringat masa-masa kecilku di kota Bontang, Kalimantan Timur. ‘Duh, rasanya kok saat itu enak banget jadi anak kecil, apa-apa ada, mudah dan murah. Setiap [...]


  35. sukses u bontang…..katanya PD daerah bontang lebih dr 1 t ya?

    yap, sukses untuk bontang, kota kecilku! soal anggaran dan pendapatan daerah, maaf saya gak punya akses kesana pak :D

  36. anggik noor fahrudidin Says:

    hohohoho…tulisan yang bagus om

    saya ke sini (bontang red.)tanggal 11 februari 2008. Wah shock mental diawal perjalanan 5 jam dari bandara Sepinggan. Jam 22.34(jam hp) kami rombongan calon karyawan PT.Pupuk Kaltim dari Jawa tiba di camp Petrosea (rumah dinas karyawan karyawan pionir PKT).
    Setelah selang minggu,bulan saya pribadi mulai “kerasan” dan enjoy dengan suasana bontang yang eehhmmm… maknyuss kalo pak wisata kuliner…
    So, come n visit again and again and again and again and again to our beloved BOntang..

    hahaha, shock mental kenapa tuh pak? apa baru kali itu perjalanan darat lewat hutan? terima kasih komentarnya ya, juga undangannya. entah kapan bisa berkunjung ke bontang lagi, kota kecilku yang begitu damai..

  37. ari w Says:

    begitu indahnya ya kota ini?

    alhamdulillah, indah dan ada yg masih tetap seperti 20 tahun yang lalu, brother ari. thanks for visiting yak.

  38. iwan Says:

    hallo ini oyi anak om kresnadi ya..? Masih ingat saya Iwan Jamaludin, termasuk angkatan percobaan SMP VIDATRA th 77-80 yang muridnya cuma 18 ekor saja… ha… ha…ha…

  39. eggoez Says:

    wah, saya baru saya menginjak kota bontang.. Baru tahu komplek badak itu seperti ini, salam kenal :)

  40. hasdam Says:

    wah komennya kok banyak bener atas tulisan ‘kota Bontang’ ini ya.
    cuman saya bingung, ini mau cerita kota Bontang sesuai judul atau mau cerita keadaan komplek pt badak? apa bontang cuma pt badak? tidak dong…..di Bontang kan juga ada pt pupuk (pkt) dll yang juga punya kontribusi besar atas keberadaan bontang, jadi gak fair klo bontang itu = pt badak.
    kan bisa juga dibahas juga rumah makan ikan bakar di tengah laut di bontang kuala contohnya, kalo gak bisa ya jangan pake judull ‘kota bontang’ tapi ‘komplek pt badak’ aja gitu ya…….

    salam,
    dr. hasdam

  41. eggoez Says:

    mungkin karena semasa kecilnya tinggal di komplek badak mas, jadi yang diceritakan pt badak, kalau tinggalnya dikoplek pt pupuk kaltim mungkin ya yg diceritaken komplek kaltim,

  42. iwan Says:

    Sorry pak Hasdam, maaf kalo tdk salah bpk mantan walikota Bontang yll, cerita dik Oyi ini adalah refleksi masa kecil yg indah di awal-awal pembangunan kota Bontang c/q PT BADAK dan PT PUPUK KALTIM. Pada saat itu disparitas sosial, budaya dan ekonomi sangat mencolok antara kompleks PT BADAK dgn lingkungannya. Saya yg pernah tinggal di Bontang sekitar 3 th (1977-1980) tentu sangat bangga dengan tulisan di Oyi diatas dan terkenang kembali situasi dan kondisi pada waktu itu. Jadi tidak ada salahnya jika judul tulisannya “Bontang, Kota kecilku…..” atau tepatnya kota masa kecil dik Oyi dan kami semua yg pernah merasakannya.
    Ibarat sekeping mata uang kita bisa memandang dari kedua sisinya, tergantung bagaimana kita melihatnya dan mari kita jadikan perbedaan itu rahmat bukannya kita meng-konfrontirnya seperti para bapak2 pejabat kita di jakarta, salam.

  43. Roma Says:

    Permisi Pak , saya juga bocah Bontang yang baru2 saja mencoba membuat Blog klo ada nasihat buat mempercanggih blog dan penggunaannya ,Mohon Beritahu – dan Mohon Arahannya Pak … Terima Kasih

  44. Ully Says:

    Sudah 20 tahun yll, masih teringat.
    Kalo mas ini Oyi…..pasti adiknya Ibnu sama Wiwik.
    Seangkatan tuh saya. Sekelas juga sama Ibnu.
    Pa kabar semuanya?
    Beda dulu sama sekarang,..kayanya sekarang semakin baik sekali Vdatra.
    Semoga sukses dan ada yg jadi Presiden nantinya.

  45. iwan Says:

    dari bu darlina: oyie…..masih ingat sama bu darlina……sekarang saya udah di malang memang bontang adalah kota nan indah

  46. faisal hidayat Says:

    saya pribadi mempunyai ikatan batin dengan kota ini..awal karier saya dimulai di pupuk kaltim,dan saya menghabiskan waktu kurang lebih 3thn disana….
    saya ingat tempat2 yg biasa saya kunjungi cibodas,pasar brebes dan bontang plaza,,sungguh hal luar biasa yg pernah saya alami..mungkin juga teman2 seperjuangan masih tinggal di bontang karena memang saya akui kota ini membuat saya betah…bravo for bontang and i will miss u…

  47. novian Says:

    Senang rasanya ada yang mengenang kembali Bontang Khususnya PTB. Sebagai orang yang pernah tinggal dan kerja di PTB (meski cuma 2 tahun), saya juga merasa kangen pingin untuk liat kembali suasana di sana, setelah !& tahun pergi dari sana.
    PTB tidak akan terlupakan karena disanalah saya pertama kali mengenal dunia kerja yang penuh dengan pengalaman yang manis dan pahit, yang sangat berguna bagi perjalanan hidup saya selanjutnya sampai sekarang.

    salam kenal.
    Novian, Surabaya

  48. tulishapsara Says:

    Perkenalkan Mas,

    Saya Hapsara, alumni Vidatra angk.2003. memang masih muda sekali ya. sama kayak Mas, saya pun juga lahir, sekolah, dan menghabiskan masa-masa remaja saya di Bontang, hanya perbedaannya, kita hidup di generasi yang berbeda yaa.. yah, wajar aja kalo dilihat dari komentar diatas, saya nggak ada yang kenal siapa-siapa, hanya kenal sama guru-guru yang disebutkan di atas, Bu Linda misalkan, masih mengajar waktu saya di SMA dahulu, sekitar tahun 2002, mungkin sekarang sudah pensiun kali ya…

    senang sekali bila membaca blog mas, dan komentar-komentar dari angkt 80an, jadi saya punya gambaran tentang kondisi Bontang, khususnya komp PT BADAK pada masa itu…

    oh iya, saya permisi memasukkan gambar mas ke dalam blog post saya, habisnya waktu saya mencari di mbah google tentang foto Bontang, saya nyasar kesini.

    terimakasih Mas.

    Salam anak Bontang…. :)

  49. Afina Says:

    Assalammualaikum,
    Saya Afina, alumni vidatra tahun 2012 (baru luluuusss) hehe.. Kalo saya baca komen dan isi blognya (om, mas, kakak #bingungpanggil apa_om aja ya hehe), saya coba-coba bandingin Bontang *khususnya PT Badak* yang dulu dan sekarang. Jaman saya waktu masih jadul, tk, tahun 1998 itu masih ada namanya “commissary” tapi gatau kapan lama-lama lenyap aja. Padahal bisa dibilang semua barangnya impor ya hehe. Untuk yang “toko Wongso Brothers” dan “Youth Centre” saya baru tau malahan kalo dulu ada tempat-tempat seperti itu. Yang saya tau untuk anak-anak orang asing itu dulu tempatnya di belakang “rechall” temen-temen sering nyebutnya “internat” alias “international school” dan sekarang malah dijadikan tempat latihannya EDP DC. Kalo mengenai guru, mungkin pas jaman saya beda dengan jamannya om sekolah. Tapi masih ada 1-2 guru yang pensiun di tahun SMA saya. Yaitu ibu Budi Rahayu, dan Pak Suroyo guru fisika. Katanya sih beliau-beliau mengajar dari jaman awal-awal sekolah Vidatra berdiri. Hehe.. Maaf ya om, saya malah balik cerita, karena tertarik komentar nih setelah baca postingannya *walaupun sudah jaman 2008″.
    Wassalammualaikum.

    alenalfasia.blogspot.com
    vidatra2012

  50. mely Says:

    mungkin aku orang baru di sini setahun lagi aku akan pindah ke bontang ayah ku dipindah bekerja di sana dan aku akan sekolah dan memulai hari2 baru disana mudahan hari2 disana akan baik2 saja dan lebih baik lagi

  51. Djamil Says:

    Kalku boleh tahu Melly anak siapa ya, kalau Om uda MPP th 2008 lalau tapi kaya baru kemaren aja.Sala ya buat Papanya.
    Djamil.RM Mantan Logistics Bontang dari !977

  52. Budi Says:

    komplek pt.badak tidak sama dengan bontang. dan sama sekali tidak mencerminkan bontang. mungkin bisa diganti judulnya. bisa ditulis komplek pt badak tempo dulu.

  53. SyahdamIbnu Says:

    Kota penuh kenangan , Kota Bontang :’)


  54. Bontang hebat siapa saja yang pernah dibontang baik pekerja maupun anak2 akan merasakan sorga, fasilitas ok salary ok, tapi nun jauh disana Bontang harus ditinggalkan karena berakhirnya masa karya dan masuknya purnakarya dan seterusnya pensiun dimana anak2 kita pernah dibesarkan dan bersekolah dgn fasilitas cukup memuaskan, namun sekarang hanya tinggal kenangan. mungkin bapak dan ibu sudah tiada, hanya tinggal kami anak2nya akan selalu teringat bontang tempat kelahiran kami, ayah ibu ……. kamu yang telah membesar kami sekarang telah tiada jasamu selalu kami ingat bontang….bontang tempat bapak kami mengabdi sekarang tinggal kengan manis yang takkan pernah kami lupakan, khusus buat anak2 kami binalah selalu tali silaturahim kalian bersama anak2 bontang khusus keluarga besar PT badak Ngl ……. bontang …..bontang……..bontang…….

  55. sapta rahayu vidatra 88 Says:

    ass.wr.wb….
    kamu berarti adek kelas saya….saya angkatan 88….salam ya buat keluarga

  56. Reynod Simatupang Says:

    Salam Sejahtera,

    Terima kasih Om Oyi, sudah berbagi info dimana tempat kita”(anak dari karyawan PT. Badak) dibesarkan dan menikmati segala fasilitas serba gratis, baik itu lapangan golf, basket, squash, berenang, sailing, diving, latihan band di town center dan nonton film pada dekade itu… hehehehehe…. dan banyak jebolan dari temen” Vidatra yang mempunyai prestasi dan menjadi orang sukses saat ini. Ingin rasanya napak tilas kembali ke Bontang yang penuh kenangan menikmati lapangan golf yang sudah lebih banyak hole nya (18 Hole). Dan apabila ada temen” alumni vidatra maupun alumni karyawan PT. Badak yang masih hobi bermain golf, mungkin bisa dibuatkan acara Gathering Temu Kangen dengan bermain golf bersama dan juga bisa berbagi info baik bisnis dan lain lainnya..

    Salam sukses buat temen” alumni Vidatra yang lainnya..

    Regards,

    Reynold S
    Pin : 26754041
    Email : reynold.ibf@gmail.com


  57. Keren Bontang – Little Town WIth Tons Memories – Proud Becomes Bontangers!

  58. Melly Eka Melania Says:

    Assalamualaikum
    Saat kangen Bontang sudah ga tertahankan…dan lagi cari2 foto foto perumahan jaman dulu disana, nyangkut deh di blog ini. Salam kenal aja Mas, jujur sama sekali gata Mas sebelumnya, kejauhan soalnya angkatannya :) aku 98, alm. papa juga dulu di Plant Protection (LPD sekarang) dan waktu kecil katanya aku sering dititipin di rumah Om Lilipali kalau papa lagi melatih volly di lapang volly PC 3…

    Selain seru baca isi blognya, ternyata komentar2nya juga nggak kalah serunya dan sama2 bisa jadi obat kangen. Banyak nama2 familiar yang bertebaran disini…

    Termasuk Om Bastaman, yang rumahnya ada di foto diatas. Hapal banget rumah itu, karena tiap bulan pasti ditugaskan untuk bagiin undangan arisan sunda…yang salah satunya untuk Tante Ema :)

    Setelah ini, masih dalam misi pencarian foto2 rumah PTB jaman dulu terutama area temporary housing nya… MHC, CH, AJ, porta, delta, trailer dll dsb dkk

    Rindu ini…mungkin cuma anak2 Bontang (vidatra) aja yang tau persis rasanya seperti apa :(

  59. iwan djamal Says:

    Melly, tolong di Upload donk kalo punya foto2 perumahan PT Badak jaman jadul, trims

  60. Melly Eka Melania Says:

    mas (?)/ om (?) iwan djamal : siap laksanakan…
    sebenernya kalo foto2 pribadi kayanya masih ada deh, tinggal scan2 aja..masalahnya pasti ada akunya disitu..belum tentu yang lain mau liat hahaha

  61. Melly Eka Melania Says:

    nambah dikit….
    Mas Oyi, tadi malem iseng nanya sama mama, apakah kenal dengan Pak Kresnadi.. ternyata dengan sangat antusias mama bilang “kenal sekali”….

    Dan mama sampai sekarang masih terus ingat, dulu saat pernah mengalami suatu peristiwa yang tidak enak, Bu Kresnadi yang paling dulu dan paling vokal membela mama. Itu sangat berkesan untuk mama…

    Satu lagi kenangan manis dari Bontang :)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: