Milad
14 Januari 2008 10:53
JAKARTA – Walaupun senang masih ada yang mengingat hari ulang tahun dan mendoakan kita, sesungguhnya hakekat dari ulang tahun adalah semakin bertambahnya umur, yang berarti bertambah pula tanggung jawab sebagai manusia kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia. Kalau tidak disikapi dengan sungguh-sungguh, tanggung jawab ini berat adanya.
Ulang tahun juga berarti berkurangnya kontrak usia kita di dunia ini. Berulang tahun berarti semakin mendekatkan langkah kita kepada liang kubur, sebagai satu-satunya jalan pulang kita menghadap ke Allah Azza Wa Jalla. Dengan berulangtahun -sadar atau tidak, setuju ataupun menolak- usia kita pun semakin dekat kepada kematian, sesuatu yang pasti datang waktunya.
Jadi saat ulang tahun adalah saat yang tepat untuk bermuhasabah diri, apakah kita telah memiliki bekal yang cukup untuk ‘pulang’ nanti, apakah tahun-tahun yang telah kita lewati mampu kita pertanggungjawabkan dihadapanNya kelak dan apakah kita telah cukup menitipkan ilmu dan bekal kepada anak keturunan kita.
Saat ulang tahun adalah waktu yang baik untuk meminta kepada Allah agar tetap memberikan hidayah kepada kita di sisa usia untuk menambah bekal pulang, bukan dengan menghamburkan uang untuk merayakannya karena hal-hal seperti itu, sungguh, sudah bukan waktunya lagi bagi orang seusia kita..
Wallahua’lam bishowab.















16 Januari 2008 19:15 at 19:15
hepi milad, halah campur aduk euy :d. stuju kang, ultah bukan buat ngambur2in duit. kacawali duitnya buat amal yah, semisal ngerayain ultah bareng anak yatim piatu.
24 Januari 2008 8:42 at 8:42
Kirain membicarakan Milan.
Mendengar kata Milan menjadi sensitif.
25 Januari 2008 23:06 at 23:06
tul sekali tuh, jadi makin dekat aja ke titik “nol”. Titik dimana tidak ada lagi yang bisa membantu, titik yang hanya kita seorang diri. titik yang tidak bisa lagi diceritakan dengan kata-kata. Sebuah titik yang hanya bisa kita ketahui keberadaannya ketika nyawa sudah berada ditenggorokan…