Domba Bakar
17 November 2007 16:03
JAKARTA – Makan siang kemarin sungguh istimewa, aku yang biasanya selalu makan di meja kerja (biasa nitip sama OB aja) kali ini tidak mampu menolak ajakan Dini temenku untuk nyobain domba bakar. Wah, ajakan yang susah ditolak, karena dia cerita bahwa domba bakar mirip dengan kambing guling hmmmm, yummy nih kayaknya.
Dengan taksi dari jalan Kebon Sirih kita meluncur arah Tanah Abang, deket aja ternyata dari kantor, argonya belum juga nyampe Rp 10 ribu. Tiba di tempat yang dituju agak tolah-toleh juga karena tidak terdapat tanda-tanda si domba bakar, mana turun dari taxi ada 2 orang Afrika, yang kelihatan agak heran ngelihat 2 wanita berkerudung turun di daerah itu. Beneran deh, lokasi warung domba bakar ini kurang nyaman buat wanita… hiks…
Tiba-tiba Dini mencolekku, sambil menunjuk ke arah tempat bertuliskan ‘meat pie warna biru’ dia berkata, “Jangan bayangin restoran, itu tempatnya disebelah kiri“. Kala berjalan melintasi halaman yang cukup luas dari sebuah bangunan kuno, terciumlah aroma khas domba/kambing. Tapi tidak terbayang bahwa warung itu cuman nempel di samping sebuah gedung. Agak kagok juga karena yang terlihat sedang asyik menikmati hidangan laki-laki semua, Bismillah moga-moga aman.
Saat duduk , Dini langsung bilang bahwa dia tadi sudah order 2 porsi lewat telepon, kamipun pesan es jeruk dan jeruk panas, pelayan menanyakan apakah kita mau pesen nasi atau pisang. Whaaa, makan domba pake pisang??? Karena penasaran kita pesan 1 nasi dan 1 pisang.
Tak berapa lama datanglah pesanan kita, wow…. Sepiring besar daging & beberapa bersama tulangnya bercampur irisan bawang bombay plus sambel cocolan yang merupakan campuran sambal lampung+mustard+kecap, eh iya plus nasi dan pisang goreng (ternyata digoreng, kirain dibakar juga).
Tak menunggu lama langsung deh kita sikat. Sesuai perkiraaan rasanya mantab banget, dagingnya lembut, dan kadang-kadang ada yang sedikit crispy tapi gak ada ber-arang/item, sambalnya pedes dengan sedikit asam dari mustard dan manis dari kecap, pas pisang dicocolin ternyata tidak aneh rasanya, enak juga.
Agak sedikit memalukan karena kita menghabiskan 2 porsi berdua saja (Dini nih yang lebih banyak ha ha ha …) sementara di samping kita 5 orang laki2 hanya pesan 3 porsi. Ah, tapi kita nasinya kan sepiring berdua ya Din, udah gitu pisangnya juga gak habis, karena perutku udah gak nampung lagi.
Satu porsi domba bakar kita harus bayar Rp35.000, cukup mahal untuk ukuran warung, tapi kalo liat porsi dan rasa yang ditawarkan gak nyesel deh. Oh ya untuk minum dan nasi kita bayarnya terpisah, pokoknya semuanya berdua habis Rp 97.000.
Reny temen di kantor yang aku bungkusin 1 porsi, sorenya langsung sms, domba bakarnya ‘endang bambang plus mak nyusss‘.
Orang-orang menyebut tempat ini sebagai ‘Sate Afrika milik Haji Ismail’ yang asli Mali, makanya di dinding terpampang peta benua Afrika besar-besar.
Ayo ngiler gak nih? Jangan lupa kalo kesana pesen dulu ya biar gak nunggu lama.
Domba Bakar/Sate Afrika Haji Ismail
Jl. KS Tubun I No. 6, Jakarta (sebelah kanan gedung Indonesia Power)
Telp. 0817855881















17 November 2007 16:21 at 16:21
aku pernah baca di salah satu media, tetapi jadi lebih tertarik lagi setelah baca tulisan Anda. tx
21 November 2007 20:58 at 20:58
berhati-hatilah dengan hipertensi
DiMadinah tuh ada mas, kambing bakar kaya gituh, malah katanya dibakar didalem tanah gitu, semcem oven alami gitu deh,
sayanganya aku ga gitu suka ama kambing
26 November 2007 9:47 at 9:47
Subhanallah… sungguh tidak terkira nikmat Allah yang begitu besar, baca paparannya aja nih … udah ngiler..
Ane mau coba nehh… tapi hipertensi nggak apa-apa kali yah.. yang pentingkan tidak berlebihan…..
14 Desember 2007 18:00 at 18:00
assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
maaf ini sebagai pengetahuan kita terhadap sunnah Rasululloh.Insya Alloh bisa diambil manfaatnya
Nabi Bersabda, “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)
Dalam riwayat lain: “Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya” (HR. Ahmad, Ibn Majah)
Diantara mu’jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.
13 Juni 2010 23:01 at 23:01
domba bakar sama kambing bakar empukan domba ya??
20 Juli 2010 22:59 at 22:59
belum mbaaak… huhu..saya pengen cobain domba afrikanya..
itu di deket tanah abang ya mbak??bentuknya warung gitu??
kira2 bukanya jam brapa sampai jam brp?makasih ya mbak..
11 Februari 2012 20:29 at 20:29
domba bakar masih ada gak ?