Tahun Baru Islam

19 Januari 2007 22:32

JATIBENING – Selamat Tahun Baru 1428 Hijriah. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai marak kirim/terima pesan via sms untuk mengucapkan Tahun Baru Islam. Walaupun belum sesemarak peringatan pergantian tahun masehi, paling tidak aku sangat senang menerima sms dari kawan-kawan yang mengirimi ucapan selamat itu.

Saat mengikuti khotbah Jumat di salah satu masjid di Jakarta Timur, khatib mengingatkan pergantian tahun hijriah – yang dimulai saat maghrib – tidak kita rayakan dengan berlebihan, dengan foya-foya atau berhura-hura. Sebaiknya melewati pergantian tahun dengan berzikir, bermunajat kepada Allah SWT untuk memohon keridhoanNya. Aku jadi ingat, setahun yang lalu saat pergantian tahun 1426 ke 1427 hijriah, kami sedang berada di Madinah. Di kota suci itu memang tidak ada sama sekali perayaan yang menandakan pergantian tahun. Semua berjalan layaknya hari-hari biasa.

Aku sendiri tidak mempunyai agenda yang khusus dalam menyambut 1 Muharram kali ini. Hanya kecupan sayang dan ucapan selamat yang aku berikan kepada istri dan anak-anakku. Tapi aku berharap paling tidak ini sudah dapat menjadi suatu tradisi bahwa kita sebagai umat Islam seharusnya memilih pencanangan suatu rencana satu tahun ke depan berdasarkan tahun baru Hijriah. Okelah, mungkin awalnya untuk rencana-rencana yang masih bersifat Islami, misalnya kita berniat untuk lebih memantapkan dan memaksimalkan ibadah-ibadah sunnah mulai tahun 1428 ini, atau mulai tahun 1428 ini aku tidak boleh lagi lalai membayar zakat mal per bulan, dan lain sebagainya.

Ke depannya, mungkin kita mempunyai rencana yang lebih besar, misalnya berumroh atau berhaji yang benar-benar menggunakan rencana tahun hijriah. Misalnya kita rencanakan 2 tahun lagi akan berumroh bersama seluruh anggota keluarga. 2 tahun dari sekarang berarti tahun 1430 hijriah. Nampaknya lebih afdhal tho?

Sekedar intermezzo, aku menanyakan urutan bulan-bulan Islam kepada istri dan anak yang tertua. Karena tidak dibiasakan menghafal nama bulan hijriah, mereka pun kesulitan menjawabnya. Akhirnya aku menemukan cara menghafal urutan bulan hijriah yang -insya Allah- sangat mudah untuk diingat.

Pertama, yang harus diingat adalah tahun hijriah berdasarkan hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinnah. Kalau lupa nama bulan pertama, ingat saja nama Rasul dan nama kota yang dituju beliau: Muhammad dari Mekkah Mukarrahmah ke Madinah, ketemulah kata Muharram. Hijrahnya Rasul adalah suatu perjalanan suci. Perjalanan dalam bahasa Arab adalah Safar. Itulah nama bulan kedua.

Selanjutnya, 4 bulan berikutnya merupakan bulan yang mengandung kata-kata awal dan akhir/tsani. Sesampainya Rasul berhijrah dan melakukan perjalanan, Rasul tercinta berulang tahun di Madinah. Kelahiran Rasul ada di bulan Rabi’ul Awal. Itu nama bulan ketiga. Ingat rumusannya tadi, ada kata awal harus ada akhir, jadilah Rabi’ul Akhir atau Rabi’ul Tsani sebagai bulan ke empat. Masih ada dua bulan lagi setelahnya yang mengandung awal dan akhir, yaitu Jumadil Awal dan Jumadil Akhir/Tsani sebagai bulan yang ke lima dan ke enam.

Nah, 4 bulan berikutnya, terdiri dari kombinasi RS-RS. Apa itu? Ingat saja doa Rasul pada saat bulan Rajab: ‘Sampaikan aku di bulan Sya’ban dan Ramadhan‘. Kalau sudah ketemu Ramadhan pasti ingat bulan Syawal. Jadi RS-RS adalah Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal.

2 bulan terakhir, diawali dengan kata Dzul. Bulan ke sebelas adalah Dzulkhaidah dan yang terakhir adalah bulan haji, yaitu Dzulhijjah.

Jadi urutan bulan dalam kalender Hijriah adalah Muharram, Safar, Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkhaidah dan Dzulhijjah. Gampang bukan?

Selamat Tahun Baru dan .. selamat mencoba menghafal ya.

10 Responses to “Tahun Baru Islam”

  1. andy kurniawan Says:

    terima kasih

  2. fariz Says:

    hafal dah,thx.
    gatel juga utk ngrubah lirik lagu pop yang banyak dihafal anak,dengan lirik nama bulan hijriah.

    subhanallah walhamdulillah.. senangnya bisa berbagi. anak-anakku juga sudah hafal urutan bulan-bulan hijriyah ini. memang, sudah saatnya kita terbiasa dengan penanggalan hijriyah disamping masehi yang masih dianut oleh negara kita. syukron!

  3. dewi Says:

    makasihhhh mba..jadi hafal niyyyyy :), btw mengenai bulan safar mb percaya ga klo bayi yang lahir di bulan itu wataknya akan keras..karena saya lagi hamil dan lahiran kira2 bulan Februari dan itu bulan safar….

    Tks ya mba


    dalil agama kita tidak ada yang menunjukkan karakter seseorang berdasarkan bulan atau hari kelahiran. itu tradisi umat lain yang tidak boleh kita yakini.

    namun karakter bayi dapat kita ‘bentuk’ dari saat sang ibu mengandungnya. misalnya, sang ibu rajin melantunkan ayat-ayat suci al-qur’an/bertadarus, insyaAllah jabang bayinya pun mendengarkan dan memperoleh hidayah dari lantunan tersebut. ini sudah kami buktikan pada anak kami yang kedua, dimana kami lebih ‘siap’ menyambutnya dan karakter yang terbentuk pun insyaAllah karakter seorang anak yang qur’ani.

  4. dewi Says:

    btw boleh minta YMnya ga mba???sapa tau bisa sharing :)

    maaf, istri ana tidak punya YM. kalau hendak sharing bisa kontak ke alamat emailnya di upangestuti@gmail.com. jazakillah ukhti.

  5. Dedi Says:

    Mantap mas,saya langsung hafal,makasi y mas…:)

    alhamdulillah, semoga bermanfaat. selamat menyambut tahun baru 1 muharram 1431 hijriyah.

  6. milky Says:

    makasih byk ya pak akhirnya aq skrang tau urutan bulan hijriyah

    alhamdulillah.. sama-sama, semoga tidak lupa lagi ya.

  7. he- Says:

    yang dulu suka lupa2 ingat,sekarang jadi ingat ingaaaattt,,ga lupa,,thanks brother,,,

    alhamdulillah. senang rasanya bisa berbagi. syukran!

  8. nur halim Says:

    mohon dalillnya ditulis dg arab

    dalil yg mana ya pak?

  9. arohmanpanji Says:

    keren2 bos rumusannya =D
    *semoga bermanfaat ^_^


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: