Ternyata Kita Bisa

30 Oktober 2006 11:48

JATIBENING – Alhamdulillah, telah selesai ibadah Ramadhan kita. Walaupun pada posting sebelumnya aku mengeluhkan kualitas ibadah yang menurun namun ada beberapa pelajaran yang aku dapat dari pengajian Ustadz Syachruddin tadi malam [29/10], yang intinya adalah kita ternyata mampu melakukan banyak ibadah selama bulan Ramadhan.

Berikut petikannya.

Ternyata Kita Bisa Mudah Berpuasa
Awal Ramadhan mungkin berat. Sepuluh hari kedua, pasti sudah terasa ringan. Apalagi sepuluh hari ketiga, sudah semakin ‘jagoan’ saja kita, kalau perlu tak sahur pun kita bisa tetap mudah berpuasa.

Ramadhan telah melatih kita untuk menahan segala lapar dahaga dan nafsu kita. Pada bulan Syawal ini ada ibadah sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, yaitu berpuasa selama 6 hari. Tidak ada ketentuan apakah 6 hari ini harus berurutan atau tidak, tapi sesuai sabda Rasul, ‘Barang siapa berpuasa Ramadhan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, berarti dia telah berpuasa satu tahun.’

Subhanallah, betapa banyak nikmat yang bisa kita dapatkan. Bila telah bisa melakukan 30 hari, akankah yang 6 hari ini terasa berat? Bila tidak, insya Allah kita sudah bisa mengamalkan puasa sunnah seperti yang sering dilakukan Rasulullah SAW. Mari lanjutkan dengan berpuasa senin-kamis, hanya 2 kali dalam seminggu ini kok. Bisa kan?

Ternyata Kita Bisa Bangun Tengah Malam
Selama bulan suci, kita semua terbiasa bangun untuk sahur. Waktunya pun biasanya pada sepertiga malam terakhir, yaitu pada waktu yang sangat disarankan untuk melakukan ibadah qiyammul lail. Mengapa setelah Ramadhan selesai tidak kita teruskan bangun tidur kita di sepertiga malam terakhir untuk melakukan sholat tahajud dan bermunajat kepadaNya?

Read the rest of this entry »