22 Ramadhan 1427H
16 Oktober 2006 1:29
BANDA ACEH – Malam ini malam ke 23, Allah SWT mengabulkan permohonanku untuk dapat menunaikan salah satu perwujudan persembahan kita kepadaNya di bulan suci Ramadhan: sholat Isya, Tarawih dan Witir di Masjid Raya Baiturrahman.
Berangkat dari kos-kosan sesaat sebelum waktu berbuka tiba, aku dan Yanuar, teman satu tim, memanfaatkan waktu untuk memfoto Masjid Raya dari segala penjuru. Sore itu banyak yang seide dengan kami, mengabadikan Masjid Raya dengan kamera digital atau handphonenya. Dan, pemandangan seperti itu adalah biasa di sini, karena memang Masjid Raya ini begitu cantik untuk difoto. Saatnya berbuka, ditandai dengan sirene yang nyaring, kami pun memesan minuman dingin dan makanan kecil di warung-warung di depan Pasar Atjeh. Ahh, nikmat sekali, Maha Suci Allah.
Seusai menunaikan Sholat Maghrib, kami pun mencari kedai kopi, menunggu datangnya waktu Isya. Dan saat yang ditunggu-tunggupun tiba, beriringan kami memasuki Masjid Raya mengikuti panggilan muazzin.
Malam ini tidak begitu bersesakan shaf-shaf di dalam. Imam pun membacakan Surah-surahnya dengan lagu yang sangat merdu, menambah kenikmatan dalam khusyu menghadapNya. Di Masjid ini tidak ada bilal yang mengumandangkan shalawat di antara sholat Tarawih seperti di tempat lain. Setiap selesai dua rakaat, imam langsung berdiri lagi dan kami pun mengikutinya tanpa perlu dikomando.
Selesai 8 rakaat dan pembacaan doa selesai sholat tarawih, para jamaah yang hendak melakukan rakaat tarawih berikutnya pun bergegas keluar masjid, menunggu diluar. Kami yang di dalam melanjutkan sholat witir 3 rakaat 1 kali salam. Begitu selesai dan dibacakan doa selesai sholat witir kami pun keluar masjid. Jamaah yang tadi menunggu diluar, masuk kembali ke dalam masjid dan melanjutkan rakaat tarawih mereka hingga 23 rakaat.
Begitu damai, tidak ada perselisihan siapa yang lebih benar antara yang melakukan tarawih 11 rakaat dengan yang 23. Semua dikembalikan kepada Allah SWT, Tuhan yang menggenggam keikhlasan hati setiap mahluk di Masjid ini.
Ramadhan di Nanggroe yang damai, ini yang kita inginkan dari dulu.















16 Oktober 2006 1:38 at 1:38
[...] Update: Keinginan yang terkabul, baca disini. [...]
24 Januari 2007 6:10 at 6:10
saya mau tanya bagaimana bacaan niat puasa senin kamis dan daut itu?