Majelis Manajemen Qolbu Salim

18 September 2006 22:51

MASJID AL AZHAR JAKARTA – Malam ini tidak seperti biasanya Masjid Al Azhar sangat penuh. Mungkin karena ini adalah Majelis Manajemen Qolbu Salim yang terakhir diadakan sebelum Ramadhan 1427 H tiba.

Harapanku untuk bertemu dengan kawan-kawan ikhwan dari Haji Daarut Tauhiid sepertinya hanya menjadi asa karena hingga iqomah dikumandangkan untuk sholat Isya, tak seorangpun aku bertemu. Yah, mungkin lain waktu atau mungkin ada yang hadir tapi Allah tidak mempertemukan kami malam itu.

Aa Gym membawakan beberapa uraian yang berhubungan dengan amalan-amalan kita di bulan Ramadhan. Beberapa yang sempat aku catat adalah:

  • Mengapa saat melihat lukisan kuda yang bagus kita bisa langsung memuji pelukisnya. Akan tetapi saat melihat hewan itu sendiri terkadang kita lupa memuji Allah atas ciptaanNya yang sempurna itu.
  • Banyak orang yang menunda kebahagiaan atas ucapannya sendiri. Misalnya, ‘Aku akan bahagia apabila rumahku ini sudah lunas.’ Padahal saat ia berkata seperti itu saat ia baru menyicil cicilan rumah untuk 20 tahun yang akan datang, Masya Allah.
  • Perumpamaan Paku: Tiap kita marah, pakulah tembok dinding rumah kita. Lihat dalam waktu seminggu, ada berapa paku yang menancap di tembok. Bila telah tobat atau reda marah kita, cabut pakunya. Paku memang telah tercabut, tapi lihat dindingnya, meninggalkan lobang menganga. Demikian juga bila kita marah & minta maaf, bisa jadi orang yang kita marahi telah memaafkan tapi sangat mungkin masih meninggalkan bekas di hatinya.
  • Jadikan Ramadhan yang Insya Allah tiba seminggu lagi adalah Ramadhan yang kita isi dengan menjaga lisan dan tindak tanduk kita dari hal yang tercela dan menyakiti orang lain.

Sebagai penutup, Aa mengingatkan kembali 4 kriteria orang yang bercakap:

1. Cakap orang yang berjiwa besar:

  • Penuh Ilmu
  • Penuh Hikmah
  • Penuh Zikir

2. Cakap orang yang biasa-biasa saja:

  • Hanya menceritakan sebuah peristiwa atau kejadian
  • Tidak ada hikmahnya, ilmunya atau zikirnya

3. Cakap orang rendahan:

  • Hanya mengeluh
  • Mencela orang lain

4. Cakap orang yang dangkal hatinya:

  • Hanya menceritakan dirinya sendiri untuk pamer

Agak lewat waktu memang saat Aa selesai bermunajat. Pukul 21.30 kami pun pulang dengan harapan dapat bertemu dengan Ramadhan, diberi umur untuk menyelesaikan ibadah Ramadhan dan berkumpul kembali di Manajemen Qolbu Salim pada tanggal 27 November 2006 yang akan datang.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 260 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: